Hadapi Efisiensi Anggaran 2026, Mairuhu Ajak Warga Tawiri Perkuat Kemandirian Ekonomi

William Mairuhu Reses di Tawiri

Koreri.com, Ambon – Anggota DPRD Kota Ambon William Pieter Mairuhu, mengajak masyarakat mulai mempersiapkan diri menghadapi kebijakan pemerintah pusat yang akan memberlakukan pemotongan dana transfer daerah pada 2026 mendatang.

Hal ini disampaikan saat kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025/2026 bersama warga Negeri Tawiri, Kamis (4/12/2025).

Dikatakan Mairuhu, seluruh daerah di Indonesia akan mengalami dampak pemotongan anggaran dalam jumlah besar, termasuk Kota Ambon. Kebijakan ini menuntut Pemerintah daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal, mengoptimalkan potensi lokal, dan menjalankan efisiensi anggaran.

“Beta mengajak bapak ibu untuk hidup lebih mandiri, jangan melampaui kemampuan, tetapi hidup sesuai kebutuhan,” pintanya dalam reses tersebut.

Mairuhu menegaskan bahwa kebijakan ini juga berdampak pada pendapatan anggota DPRD yang ikut dipangkas hingga 50 persen sebagai bentuk penyesuaian situasi fiskal nasional.

“Kondisi ini memang bukan kondisi yang baik, tapi kalau tidak dipotong, Pemerintah tidak bisa melaksanakan satu pun kegiatan,” tegasnya.

Di tengah kondisi tersebut, Mairuhu mengajak masyarakat untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Ia menekankan bahwa warga harus lebih kreatif dan berinovasi agar perekonomian tetap berjalan meskipun dukungan anggaran pemerintah berkurang.

“Ciptakan perekonomian, harus kreatif. Bagi yang sudah menjadi pelaku UMKM, ayo lebih semangat. Yang belum, mari mulai dari usaha kecil yang bisa dikerjakan dari rumah,” serunya.

Mairuhu juga menekankan pentingnya memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber penghasilan. Ia mendorong warga untuk mengembangkan usaha seperti kerajinan, kuliner, perdagangan rumahan, hingga jasa berbasis komunitas.

Menurutnya, kemampuan adaptasi dan kreativitas akan menjadi kunci bertahan menghadapi situasi 2026.

Tak hanya itu, ia juga mengajak warga memperkuat budaya gotong royong. Dengan kolaborasi antarwarga, berbagai persoalan ekonomi dapat disiasati tanpa terlalu bergantung pada pemerintah.

“Mari saling menopang. Situasi ini tidak mudah, tapi dengan kebersamaan, kita bisa melewatinya,” ungkap Mairuhu.

Ia turut mengajak masyarakat untuk mendoakan para pimpinan daerah agar diberikan kebijaksanaan dalam mengelola anggaran yang semakin terbatas. Pemerintah daerah, katanya, tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Di sisi lain, Mairuhu mengajak warga untuk tetap bersyukur karena Kota Ambon berhasil meraih peringkat ketiga nasional sebagai Pemerintah Daerah Kota dengan Kinerja Terbaik Penyelenggaraan Jalan dalam ajang Sutami Award 2025 yang digelar Kementerian PUPR. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa Kota Ambon tetap mampu berprestasi di tengah tantangan fiskal.

JFL

Exit mobile version