Inisiasi Pelatihan Dasar Komputer Bagi 40 Anak OAP di Panti Asuhan, Ini Pesan LMA PBD ke Pemda

LMA PBD Pelatihan Dasar Komputer OAP2
Momen pembukaan Pelatihan Dasar Komputer bagi ana-anak OAP yang diinisiasi LMA Papua Barat Daya di wilayah Kota Sorong, sabtu (6/12/2025) / Foto : Suzan

Koreri.com, Sorong – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat Daya (PBD) menggelar pelatihan Dasar Komputer bagi Orang Asli Papua (OAP).

Kali ini, pelaksanaannya berfokus pada anak-anak yang berada pada Panti Asuhan di wilayah Kota Sorong.

Sekitar 40 anak OAP mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di ruang Laboratorium Komputer SMA Negeri 2 Kota Sorong dan akan berlangsung selama dua hari, 7 – 8 Desember 2025.

Ketua LMA PBD George Karel Dedaida dalam pernyataannya menjelaskan pelatihan ini bertujuan untuk menghadirkan digitalisasi anak-anak Papua. Dan tentunya ditujukan kepada mereka yang punya keterbatasan sumber daya atau istilahnya yang ada kampung-kampung.

“Dan pelatihan ini difokuskan ke generasi muda Papua dan juga kepada anak anak yang ada di panti-panti asuhan supaya mereka juga punya skill berupa latihan dasar computer,” jelasnya.

Ketua LMA PBD George Karel Dedaida saat memberikan sambutan / Foto : Suzan

Tujuannya agar ke depannya ketika landing pada dunia digitalisasi, generasi Papua dipastikan telah siap untuk bersaing dengan saudara-saudara dari luar Papua dan juga dari luar Indonesia.

“Kita tidak lagi canggung atau kita sudah paham dengan dunia komputerisasi itu,” tegasnya.

Diakui George, sekarang ini media sosial sudah sangat luas jangkauannya. Hanya saja kalau untuk bekerja membuat dokumen administrasi itu, semua orang perlu ketik-ketik dengan menggunakan komputer.

“Jadi semangat ini yang mendasari kami di lembaga adat Provinsi Papua Barat Daya melakukan pelatihan komputer supaya kita punya generasi muda OAP itu bisa melek teknologi,” sambungnya.

Menurut George, ini adalah langkah awal atau stimulus dan dirinya sebagai anggota DPRP PBD juga berharap kepada Pemerintah untuk bisa melakukan hal yang sama kepada saudara-saudara yang ada di daerah-daerah pesisir atau 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

“Supaya mereka juga bisa melek komputer sehingga ketika memasuki dunia digitalisasi maka masyarakat dengan sumber daya yang ada juga sudah mampu bersaing,” lanjutnya.

George mencontohkan jika berbicara soal ekonomi kreatif berbasis digitalisasi bahwa ruang sekarang sudah terbuka. Namun pertanyaannya adalah, apakah masyarakat sudah terhubung dengan kemampuan ini atau belum?

“Ini yang jadi persoalan! Sehingga harapan ini kami sampaikan juga kepada Pemerintah daerah tolong lanjutkan ini supaya bagian seperti begini bisa kita saling bahu membahu untuk menutupi kekurangan-kekurangan kita,” pungkasnya.

ZAN

Exit mobile version