Perayaan Natal dan Lepas Sambut 2025-2026, IMEKKKO Wujudkan Toleransi Umat Beragama di PBD

IMEKKKO PBD Rayakan Natal dan Lepas Sambut 2026
Ibadah Perayaan Natal dan lepas sambut 2025-2026 Ikatan Keluarga suku besar IMEKKKO Provinsi Papua Barat Daya di Gedung Lamberth Jitmau, Kota Sorong, Selasa (6/1/2026) / Foto : Ist

Koreri.com, Sorong – Masyarakat suku besar Inanwatan, Metemani, Kais, Kokoda, Kokoda Utara (IMEKKKO) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menggelar perayaan Natal dan Lepas Sambut 2025-2026 di Gedung Lamberth Jitmau Kota Sorong, Selasa (6/1/2026) malam.

Perayaan tersebut dihadiri Gubernur Elisa Kambu, Wakil Bupati Sorong Selatan Yohan Bodori, Kepala suku besar IMEKKKO PBD George Dedaida, unsur Forkopimda Provinsi, sejumlah tokoh serta masyarakat suku tersebut.

Gubernur Elisa Kambu dalam pesan dan kesannya menghimbau kepada masyarakat IMEKKKO sebagai suku yang besar untuk selalu memupuk persatuan.

Sebagai salah satu suku peradaban di Tanah Papua, diharapkan suku IMEKKKO meningkatkan persatuan supaya mendukung Pemerintah daerah dalam membangun provinsi ini.

“Semuanya akan berjalan dengan baik kalau selalu bersatu termasuk suku IMEKKKO, kalau sudah bersatu maka pasti lebih baik kedepan di tahun 2026 ini,” sahut Gubernur Elisa Kambu.

Sementara Kepala Suku Besar IMEKKKO PBD George Dedaida mengapresiasi Pemerintahan Provinsi PBD lebih khusus Gubernur Elisa Kambu yang sudah mengayomi masyarakat adat termasuk suku ini.

“Kami siap mendukung Bapak Gubernur untuk membangun Provinsi Papua Barat Daya terutama di IMEKKKO,” ujar George kepada media ini.

Dijelaskan Dedaida bahwa Perayaan Natal 2025 dan lepas sambut 2026 ikatan keluarga besar suku IMEKKKO mewujudkan toleransi antar umat beragama di tanah Papua.

Pasalnya, Ketua panitia pelaksana perayaan Natal dan Lepas Sambut 2025-2026 Darji Alfaruq Marife dari umat Muslim Kokoda. Hal ini sudah menjadi budaya masyarakat IMEKKKO dalam memupuk kebersamaan serta menciptakan toleransi antar umat beragama.

“Agama budaya di suku IMEKKKO, jadi kalau hajatnya Nasrani nanti umat muslim yang jadi panitia pelaksananya begitu juga sebaliknya hal ini sudah jadi kebiasaan kami di suku IMEKKKO, toleransi umat beragama sudah menjadi budaya kita, kalau mau belajar toleransi mari belajar di kita suku IMEKKKO,” ujar Dedaida.

KENN

Exit mobile version