Dua kubu Terlibat Konflik Kwamki Narama Siap Damai, Ini Agenda Selanjutnya

Bupati JR Wabup n Sekda Puncak
Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal dan Sekda Puncak Nenu Tabuni seusai pertemuan dengan keluarga Newegalen di Pendopo Rumah Negara, SP 3 Timika / Foto : Lyddia Bahy

Koreri.com, Timika – Upaya perdamaian dengan memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak yang bertikai di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika terus dilakukan Bupati Johannes Rettob bersama wakilnya Emanuel Kemong.

Setelah kelompok Dang, Pemerintah Kabupaten Mimika lanjut memfasilitasi pertemuan dengan keluarga korban Newegalen.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Pendopo Rumah Negara, SP 3, yang juga dihadiri Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, Sekda Puncak Nenu Tabuni serta anggota DPRK, akhirnya ada itikad baik untuk sebuah kata perdamaian.

Bupati Rettob dalam pernyataannya mengatakan dari pertemuan yang dilakukan tercapai sebuah itikad baik untuk berdamai. Satu langkah lagi yang akan dilakukan adalah pertemuan kedua belah pihak baik dari keluarga Dang maupun keluarga Newegalen.

“Tadi malam kami sudah melakukan pertemuan dengan keluarga Dang dan mereka juga sepakat untuk berdamai. Malam ini dengan keluarga Newegalen dimana mereka pun bersepakat untuk berdamai. Nanti hari Jumat kami akan melakukan pertemuan untuk kedua belah pihak,” ucap Bupati saat diwawancarai usai pertemuan, Rabu (7/1/2026) malam.

Bupati menjelaskan bahwa pertemuan itu direncanakan pada Jumat mendatang. Setelah itu kita berharap agar kesepakatan damai terjadi sehingga prosesi ‘belah kayu’ dapat terlaksana secepatnya.

Dari pertemuan bersama keluarga Newegalen, kata Bupati, mereka berharap penjagaan di sekitar lokasi konflik sedikit dilonggarkan sehingga mereka bisa mengumpulkan keluarga untuk melakukan pertemuan selanjutnya.

“Mereka merasa sedikit mengalami kesulitan dalam mengumpulkan keluarga karena banyak aparat keamanan disana. Jadi mereka minta kepada kami untuk sedikit melonggarkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, jika dilihat dari kesimpulan pertemuan yang telah dilakukan, baik dari keluarga Dang dan keluarga Newegalen, pemerintah optimis perdamaian konflik Kwamki Narama bisa tercapai dalam waktu dekat.

“Mereka sudah siap untuk berdamai. Hanya saja memerlukan waktu untuk mengumpulkan kembali keluarga yang tidak berada di lokasi akibat konflik ini. Kita berdoa agar mereka bisa duduk bersama antar kedua belah pihak,” jelasnya.

Sekda Puncak, Nenu Tabuni pun mengungkapkan hal yang sama bahwa selama ini pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah sudah mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan persoalan ini. Sehingga disampaikan himbauan kepada masyarakat Puncak untuk tetap bertahan menunggu proses ini selesai.

“Kepada masyarakat Puncak supaya jangan dulu turun. Nanti setelah semuanya sudah damai dan tahapan yang dilalui sudah selesai baru bisa turun kembali,” harapnya.

Sementara itu, Gradus Wamang, kepala suku Damal di Kwamki Narama menyatakan kesepakatannya untuk siap berdamai.

“Jadi kami datang ke sini untuk perdamaian. Kedua kubu yang berperang itu keluarga saya semua. Saya minta perdamaian sehingga tidak ada korban lagi,” ucapnya.

Gradus juga menyampaikan terimakasih kepada Bupati dan Wabup Mimika, Wakil Bupati Puncak serta Sekda Puncak atas bantuannya dalam memfasilitasi pertemuan ini.

“Terimakasih banyak karena telah memfasilitasi pertemuan ini dan berdiskusi dengan kami. Saya berharap pemerintah Kabupaten Mimika dan Puncak untuk tetap bekerjasama dalam mengupayakan perdamaian ini,” pungkasnya.

TIM

Exit mobile version