800 Hektare Sawah Dibuka, PSN Dorong Papua Pegunungan Jadi Sentra Pangan Baru

PSN Papua Pegunungan
Foto Istimewa

Koreri.com, Wamena – Pemerintah terus menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan hingga ke wilayah paling timur Indonesia.

Di Papua Pegunungan, percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor pangan kini menjadi motor utama kebangkitan ekonomi lokal, penguatan ketahanan pangan, sekaligus pembuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Salah satu langkah nyata terlihat dari pembukaan lahan persawahan seluas 800 hektare di kawasan Tulem, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana dan menjadi bagian penting dari pengembangan sentra pangan baru di jantung Kota Wamena.

Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol menilai kawasan Tulem memiliki posisi strategis karena berada di pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, wilayah ini diproyeksikan menjadi tulang punggung produksi pangan daerah dan masuk dalam skema besar PSN.

“Kami melihat langsung kesiapan pembukaan lahan di Tulem dan beberapa wilayah lain. Secara keseluruhan, Kabupaten Jayawijaya ditargetkan memiliki sekitar 2.000 hektare persawahan yang tersebar di sejumlah distrik dan seluruhnya dirancang sebagai bagian dari PSN,” ujar Ones.

Lebih dari sekadar membuka lahan, program ini juga membawa semangat menghidupkan kembali sejarah. Ones mengingatkan bahwa sekitar enam dekade lalu, Wamena pernah dikenal sebagai salah satu penghasil padi di wilayah pegunungan Papua.

“Sekitar enam puluh tahun lalu, Wamena adalah lumbung padi. Semangat itu sekarang kita hidupkan kembali supaya Papua Pegunungan punya stok beras yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Pemerintah menegaskan, PSN di Papua Pegunungan dijalankan dengan pendekatan yang berpihak pada rakyat. Skema pengelolaan lahan tetap menghormati hak masyarakat adat, di mana tanah tetap menjadi milik warga dan negara hadir sebagai fasilitator pembangunan.

“Ini murni untuk kepentingan rakyat, tidak ada kepentingan politik. Pemerintah hanya meminjam pakai lahan untuk kepentingan bersama,” tegas Ones.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Pertanian Papua Pegunungan, Petrus Wenda. Menurutnya, PSN sektor pangan adalah fondasi penting untuk membangun kemandirian ekonomi daerah.

“PSN memberikan kepastian anggaran, pendampingan teknis, dan keberlanjutan program. Ini bukan proyek sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan,” ujarnya.

Tak hanya memperkuat ketahanan pangan, PSN juga menciptakan efek ganda bagi perekonomian lokal. Proses pembukaan lahan dan pengelolaan persawahan menyerap banyak tenaga kerja, termasuk generasi muda Papua.

“Anak-anak muda kita libatkan sebagai operator alat berat dan tenaga lapangan. Ke depan, mereka bisa menjadi tenaga terampil yang mendukung pembangunan di daerah lain,” kata Petrus.

Pemda kini menargetkan percepatan pembukaan lahan agar proses tanam padi bisa segera dilakukan oleh kelompok tani. Langkah ini dinilai penting agar manfaat PSN dapat segera dirasakan masyarakat secara nyata.

Lebih dari sekadar proyek pembangunan, PSN di Papua Pegunungan mencerminkan kehadiran negara yang aktif, terukur, dan berpihak pada kebutuhan dasar rakyat. Dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, PSN bukan hanya membangun infrastruktur pertanian, tetapi juga menumbuhkan harapan, memperkuat kemandirian, dan menyiapkan masa depan Papua Pegunungan yang lebih sejahtera dalam kerangka pembangunan nasional yang berkeadilan.

RLS