Koreri,com, Ambon – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon mencatat tren positif selama pelaksanaan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Jumlah perjalanan kapal (trip) dan kendaraan penyeberangan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode Natal tahun sebelumnya, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Jadi peningkatan kinerja tersebut merupakan hasil dari optimalisasi armada dan penguatan layanan di lintasan-lintasan strategis.
“Selama masa angkutan Natal 2025–2026, ASDP Cabang Ambon mengoperasikan total 11 kapal. Sebanyak 8 kapal melayani 7 lintasan di wilayah Ambon, sementara 3 kapal lainnya beroperasi di wilayah Tual dengan 19 lintasan,” rinci Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon, Ali Thamher, saat di koordinasi Media ini di ruang kerjanya, Rabu (14/1/2026).
Untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan, ASDP menyiapkan armada di lintasan utama seperti Wai–Umi Putih, Umi Putih–Namlea, dan Namlea–Amahai.
Secara nasional, lintasan Hunimua–Waipirit menjadi salah satu lintasan yang dipantau selama Nataru, sementara secara internal, Galala–Namlea menjadi fokus evaluasi ASDP Ambon.
Berdasarkan hasil evaluasi, jumlah trip penyeberangan ASDP Ambon mengalami kenaikan 12%. Pada periode Natal 2024, total trip tercatat 565 trip (H-10 hingga H+10), sementara pada Natal 2025–2026 meningkat menjadi 634 trip.
Dari sisi armada, ASDP Ambon juga mencatat kenaikan 20%. Jika pada Natal 2024 hanya mengoperasikan 5 armada, maka pada periode Nataru 2025–2026 jumlah armada meningkat menjadi 6 unit.
Penambahan armada ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Dari sisi pengguna jasa, jumlah penumpang tercatat meningkat 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Penumpang pejalan kaki mengalami pertumbuhan positif, sementara kendaraan roda dua melonjak hingga 15%.
Kendaraan roda empat juga mengalami kenaikan sebesar 5%, sedangkan kendaraan truk meningkat tajam hingga 33%. Namun, jumlah bus justru turun sekitar 8% dibandingkan periode Natal tahun lalu.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang selama masa Nataru 2025–2026 meningkat 14% secara year on year.
Meski secara umum menunjukkan tren positif, ASDP Ambon mencatat adanya penurunan kinerja pada lintasan Galala–Namlea. Penurunan ini disebabkan berkurangnya jumlah armada yang beroperasi, dari dua unit pada tahun sebelumnya menjadi satu unit pada periode Nataru kali ini.
“Di lintasan Galala–Namlea, jumlah penumpang turun sekitar 22%, sementara total kendaraan menurun 26%. Salah satu faktor penyebabnya adalah persaingan dengan moda transportasi laut lainnya,” ungkap Ali.
Ali Thamher mengimbau masyarakat agar memanfaatkan sistem e-ticketing resmi ASDP yang kini telah diterapkan secara penuh.
“Kami mengajak seluruh pengguna jasa untuk membeli tiket melalui aplikasi dan situs resmi www.tripferi.com, agar perjalanan lebih mudah, tertib, dan nyaman,” pungkasnya.
JFL
