Soroti Program KDMP Tak Berjalan, ARK : Dana Desa Harus Terpisah

Agustinus Kambuaya Fraksi Otsus
Tokoh Muda Papua Agustinus Kambuaya / Foto : KENN

Koreri.com, Jakarta– Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Provinsi Papua Barat Daya Agustinus R. Kambuaya menyotori program koperasi desa merah putih (KDMP) yang hingga saat ini belum juga beroperasi.

Berdasarkan hasil pemantauan, serap aspirasi dan pengawasan menemukan adanya kesulitan implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut senator yang akrab di sapa ARK itu, bahwa dana desa telah digunakan untuk persiapan administrasi persiapan koperasi desa merah putih, namun hingga saat ini KDMP berjalan.

Disisi yang lain, program desa seperti pembangunan rumah masyarakat yang telah di sepakati melalui musyawarah desa terpaksa harus batal sementara banyak rumah warga sudah di bongkar.

“Di Papua Ini akan menimbulkan kecemburuan sosial sesama warga karena ada warga desa yang tepaksa tidak bisa melanjutkan pembangunan bukan saja rumah tapi program desa lainnya,” tegas ARK saat menyampaikan interupsi dalam sidang paripurna ke-6 masa sidang III tahun sidang 2025-2026 di ruang sidang Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Dijelaskan Senator ARK, program dari kementerian lain mengunakan anggaran dari kementerian lain sedangkan dana desa harusnya terpisah dari dana Koperasi Desa Merah Putih.

Pemerintah harus mengangarkan anggaran khusus untuk KDPM tanpa mengerus anggaran desa. Atau sebaliknya menambah dana desa agar bisa digunakan untuk membangun KDPM.

“Tentu ini program primadona Presiden Prabowo dan Gibran yang sudah di gaungkan waktu kampanye pilpres, nah sekarang bagaimana menjalankannya. Hanya saja soal pembiayaan dan skema kerja ini perlu diclearkan,” ujarnya.

ARK Juga berharap persoalan ini segera diclearkan agar terus berjalan tanpa saling melemahkan program di lintas kementerian.

RED

Exit mobile version