Kalapas Abepura Bantah Isu Makanan Tak Layak: Stok Aman, Pelayanan Sesuai Aturan

Kalapas Abepura Badarudin
Kalapas Kelas II A Abepura Badaruddin, A.Md., S.H.I / Foto : EHO

Koreri.com, Jayapura – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Abepura, Badaruddin, menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebutkan buruknya pelayanan di Lapas Abepura, termasuk isu makanan tidak layak bagi warga binaan, tidak benar dan menyesatkan.

Badaruddin menjelaskan, munculnya anggapan negatif tersebut diduga dipicu oleh adanya perubahan dan pengetatan aturan internal, yang mungkin tidak berkenan bagi sebagian pihak.

“Apa yang dimuat dalam pemberitaan itu tidak benar. Pelayanan dan integritas di Lapas Abepura berjalan sesuai aturan,” ujar Badaruddin saat memberikan keterangan klarifikasi kepada Koreri.com, melalui sambungan telepon seluler, Jumat (16/1/2026).

Terkait pelayanan bahan makanan (bama), Kalapas memastikan seluruh proses telah mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 1 Tahun 2025 tentang Bahan Makanan Warga Binaan. Ia juga menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara ketat.

“Memang dalam pelaksanaan bisa saja ada kekurangan, itu manusiawi. Tapi tidak seperti yang diberitakan seolah-olah makanan warga binaan tidak layak,” ujarnya.

Menurut Badaruddin, selama tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada persoalan serius terkait bama. Pengadaan dan distribusi diawasi oleh tim khusus, dan setiap kendala selalu dilaporkan langsung kepadanya.

“Stok bahan makanan aman. Ada telur, ayam, ikan, dan sayur-mayur. Isu pemberian ikan hangus kepada warga binaan itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.

Ia juga membantah tudingan minimnya layanan integrasi dan hak warga binaan. Sepanjang tahun 2025, kata Badaruddin, sekitar 300 warga binaan telah mendapatkan layanan integrasi, termasuk asimilasi, remisi umum, remisi khusus, hingga remisi dasawarsa.

“Kalau dikatakan tidak ada pelayanan yang baik, berarti yang bersangkutan tidak pernah masuk kantor,” ujarnya lugas.

Di bidang pembinaan keagamaan, Badaruddin justru menyebut telah terjadi peningkatan signifikan. Ia mencontohkan pelaksanaan ibadah Natal malam hari di lapangan terbuka, yang sebelumnya belum pernah dilakukan di Lapas Abepura.

“Sejak saya menjabat, ibadah Natal malam hari bisa dilaksanakan di ruang terbuka. Pelayanan pembinaan keagamaan Kristen sekarang berjalan penuh satu minggu dari berbagai denominasi gereja,” jelasnya.

Dengan demikian, Badaruddin menegaskan bahwa tudingan terkait tidak adanya integritas, pelayanan buruk, maupun pelanggaran aturan di Lapas Abepura tidak sesuai fakta di lapangan.

“Semua pelayanan kami jalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemberitaan yang menyudutkan itu tidak benar,” pungkasnya.

EHO

Exit mobile version