Koreri.com, Aimas – Kasus dugaan tindak pidana pembunuhan ibu rumah tangga Cristina Ewit Syufi (22) di kawasan Gereja Katolik Paroki Santo Bernadus Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (18/1/2026) masih berbuntut panjang.
Hingga hari kedua, Kapolres Sorong memfasilitasi pertemuan pihak keluarga korban dan pelaku di aula Mapolres setempat dalam rangka menyelesaikan persoalan ini namun belum mendapat titik temu.
Kapolres Sorong AKBP Edwin Parsaoran, S.I.K yang dikonfirmasi melalui Kabag Ops AKP Gerryliyus Febrera membenarkan pertemuan yang diberlangsung, Senin (19/1/2026) sore.
Pertemuan itu sebagai upaya penyelesaian secara persuasif dengan melibatkan pihak keluarga terduga pelaku bersama kepala suku, serta pihak keluarga korban.
Dimana proses mediasi awal dilakukan dengan dibacanya tuntutan dari keluarga korban dan akan dilanjutkan kembali pada esok hari untuk mendengarkan jawaban pihak terduga pelaku.
“Terkait hasil pertemuan tadi, tuntutan dari pihak keluarga korban sudah dibacakan namun untuk keputusan atau jawaban resmi, kami masih menunggu hasil musyawarah dari pihak keluarga terduga pelaku yang akan disampaikan pada pertemuan lanjutan besok,” kata Kabag Ops AKP Gerryliyus Febrera saat menjawab pertanyaan awak media.
Ketika ditanya soal keberadaan terduga pelaku pembunuhan, Kabag Ops mengaku saat ini sudah tidak berada di wilayah hukum Polres Sorong alias berhasil melarikan diri.
Satreskrim Polres Sorong melalui tim Resmobnya sedang berupaya melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku, namun polisi belum menjelaskan secara detail.
“Berdasarkan informasi terakhir, terduga pelaku diketahui berada di luar wilayah Kabupaten Sorong, sehingga pengejaran dilakukan oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Sorong,” tegas Kabag Ops.
Terkait dinamika yang berkembang di masyarakat pasca kejadian pembunuhan, Polres Sorong menekankan kepada seluruh elemen yang berkepentingan serta pihak-pihak terkait agar dapat menahan diri, menjaga emosi, dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Penyidik Satreskrim Polres Sorong masih fokus pada proses pengejaran terduga pelaku sehingga terkait kerusakan sejumlah rumah yang dirusak masa aksi masih dalam tahap penyelidikan.
Dalam upaya pengejaran, kepolisian telah melakukan koordinasi lintas wilayah, termasuk dengan Polres Maybrat dan jajaran kapolres terkait. Selain itu, laporan dan koordinasi juga telah disampaikan kepada Polda melalui satuan atas.
Kabag Ops menegaskan tidak adanya korban jiwa maupun luka akibat kejadian penyerangan di Intimpura, Kabupaten Sorong tersebut.
“Yang jelas, fokus utama kami saat ini adalah menyelesaikan permasalahan secara hukum serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Sorong,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas kamtibmas maka pihak keluarga korban minta jenasah Cristina Ewit Syufi yang berada di Intimpura dipindahkan ke Aimas.
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban karena situasi di lokasi dinilai kurang kondusif, pihak kepolisian memberikan bantuan pengawalan personel untuk proses pemindahan jenazah ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.
KENN
