Koreri.com, Ambon – Staf Ahli Wali Kota Ambon Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rustam Simanjuntak, ST., MT menghadiri Persidangan ke 40 Jemaat GPM Hative Besar yang berlangsung di Gereja Bethesda, Minggu (8/2/2026).
Kehadiran Staf Ahli tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam memperkuat sinergi dengan gereja sebagai mitra strategis pembangunan sosial dan kemasyarakatan.
Persidangan Jemaat ke-40 GPM Hative Besar Tahun 2026 mengusung tema sentral “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” (1 Petrus 5:10) dengan subtema “Layanilah Umat dengan Tekun Sesuai Kasih Allah”.
Kegiatan ini dihadiri oleh Majelis Pekerja Klasis GPM Pulau Ambon Utara, Ketua Majelis Jemaat Hative Besar, panitia persidangan, serta jemaat dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Rustam Simanjuntak menegaskan bahwa persidangan jemaat merupakan sarana strategis bagi gereja untuk menilai kembali pelaksanaan pelayanan, menata program kerja, serta memperkuat persekutuan dan kesaksian gereja di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.
Gereja dipanggil untuk membaca tanda-tanda zaman, memahami kebutuhan umat, dan merumuskan langkah pelayanan yang relevan dengan konteks kehidupan jemaat dan masyarakat.
Ia menekankan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks seperti tekanan ekonomi keluarga, keterbatasan lapangan kerja, pembinaan generasi muda, persoalan lingkungan dan persampahan, serta pentingnya merawat kerukunan di tengah masyarakat majemuk menuntut peran aktif gereja sebagai pelayan Tuhan sekaligus mitra sosial pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Rustam juga memaparkan sejumlah agenda prioritas Pemerintah Kota Ambon, antara lain perluasan akses air bersih melalui rehabilitasi jaringan pipa dan penggantian pompa di beberapa titik strategis seperti Passo, Halong Baru, dan Kudamati.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat pengelolaan lingkungan, dengan penanganan sekitar ±65 ribu ton sampah sepanjang tahun 2025 melalui pembangunan TPS, penambahan armada angkut, pemasangan trash boom, serta transformasi pengelolaan TPA.
Di sektor ekonomi, Pemerintah Kota Ambon mendorong pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan lapangan kerja, kemudahan investasi, pengembangan UMKM, bantuan modal usaha, serta akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Upaya ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan membuka peluang usaha yang lebih luas.
Rustam menegaskan bahwa gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Ia mengajak Jemaat GPM Lateri untuk terus mendukung, bersinergi, dan memberikan masukan konstruktif agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan bersama.
Mengakhiri sambutannya, Rustam berharap Persidangan ke-44 Jemaat GPM Lateri dapat berlangsung dengan baik, menghasilkan keputusan-keputusan yang bijaksana, serta melahirkan program pelayanan yang semakin memperkuat persekutuan jemaat dan kesaksian gereja di tengah masyarakat.
Ia juga mendoakan agar Jemaat GPM Lateri terus menjadi berkat bagi Kota Ambon, Maluku, dan Indonesia, sejalan dengan motto GPM: “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
RLS
