Bunda PAUD Ambon Tinjau 5 SD, Pastikan Transisi Berjalan Menyenangkan

IMG 20260717 WA00202

Koreri.com, Ambon – Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, melakukan kunjungan ke lima Sekolah Dasar (SD) di wilayah itu dalam rangka memantau pelaksanaan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, Jumat (17/7/2026).

Sekolah yang dikunjungi meliputi SD Negeri 3 Halong, SD Negeri 4 Halong, SD Negeri 2 Hative Besar, SD Negeri 4 Hative Besar, dan SD Negeri 1 Passo.

Dalam kunjungan tersebut, Bunda PAUD Kota Ambon menyempatkan diri bertatap muka dan berdialog langsung dengan para siswa-siswi kelas I. Kehadirannya disambut penuh antusias, di mana anak-anak tampak gembira dan bersemangat saat berinteraksi bersama Lisa Wattimena.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh satuan pendidikan dasar mampu mengimplementasikan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan secara optimal, sehingga anak-anak dapat memasuki jenjang pendidikan baru dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kegembiraan.

Dalam kesempatan itu, Lisa Wattimena menegaskan bahwa terdapat tiga fokus utama dalam Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, yakni menghapus tes calistung (membaca, menulis, dan berhitung) sebagai syarat masuk SD, melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah anak, serta memperkuat enam kemampuan fondasi yang mencakup penguatan karakter dan kompetensi dasar yang telah dibangun sejak jenjang PAUD.

Menurutnya, masa transisi dari PAUD ke SD merupakan tahapan penting yang harus dilalui anak tanpa tekanan, baik dari guru maupun orang tua.

“Yang terpenting adalah anak-anak merasa nyaman dengan lingkungan sekolah yang baru. Jika mereka merasa senang dan aman, maka proses belajar akan berlangsung lebih baik dan mereka dapat menerima pembelajaran tanpa tekanan,” ujar Lisa.

Selain menekankan peran sekolah, Lisa juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak terlepas dari dukungan keluarga.

Ia menegaskan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak melalui pola asuh yang positif serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemenuhan hak anak bukan hanya memberikan pendidikan formal di sekolah, tetapi juga menghadirkan pendidikan di rumah yang mampu membentuk mental, karakter, dan kebiasaan positif. Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya,” pesannya.

Lisa juga mengimbau para orang tua untuk membatasi penggunaan gadget pada anak. Menurutnya, penggunaan handphone secara berlebihan dapat mengganggu konsentrasi belajar, interaksi sosial, kesehatan mata, serta perkembangan anak.

“Anak-anak jangan terlalu sering bermain handphone. Gunakan gadget seperlunya dan untuk hal-hal yang bermanfaat. Orang tua harus mendampingi dan mengawasi penggunaan gadget agar tidak memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak,” imbaunya.

Melalui pemantauan tersebut, Pemerintah Kota Ambon berharap seluruh sekolah dasar dapat menerapkan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan secara konsisten, sehingga setiap anak memperoleh pengalaman belajar pertama yang positif, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang serta pembentukan karakter sejak dini.

JFL

Exit mobile version