Resmi Nahkodai PKC 2 Provinsi, Ismail Saleh Siap Wujudkan Arah Baru PMII

IMG 20260717 WA00262

Koreri.com, Sorong – Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) II Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Papua Barat – Papua Barat Daya (PBD) melahirkan kepemimpinan baru.

Ismail Saleh resmi dipercaya memimpin Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Papua Barat–Papua Barat Daya untuk masa khidmat 2026–2028 setelah memperoleh mandat dari peserta konferensi, Kamis (16/7/2026).

Terpilihnya Ismail tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga membawa arah baru gerakan PMII di wilayah Papua Barat dan PBD. Fokus utamanya adalah mengembalikan kampus sebagai pusat kaderisasi dan ruang lahirnya gagasan-gagasan intelektual mahasiswa.

Dalam menjalankan kepengurusan, Ismail akan berkolaborasi dengan Ketua Korps PMII Putri (Kopri) PKC PMII Papua Barat–PBD Andi Fitriyani Idris, untuk mengawal program organisasi selama dua tahun ke depan.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Ismail mengajak seluruh kader menjadikan hasil Konkoorcab sebagai awal memperkuat persatuan organisasi, bukan sekadar pergantian kepengurusan.

“Amanah ini adalah tanggung jawab bersama. PMII hanya akan besar jika seluruh kader, alumni, dan sahabat bergerak dalam semangat kebersamaan untuk membangun organisasi,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, ia akan memprioritaskan penyusunan struktur kepengurusan yang representatif sekaligus mempersiapkan pelantikan pengurus yang ditargetkan berlangsung tahun ini.

Menurutnya, saat ini juga tengah dibahas kemungkinan pelantikan bersama seluruh Pengurus Cabang PMII se-Papua Barat dan Papua Barat Daya sebagai bagian dari penguatan konsolidasi organisasi di tingkat wilayah.

Selain konsolidasi internal, Ismail membawa visi “PMII Back to Home (Kampus)”, sebuah gerakan yang menempatkan kembali komisariat sebagai pusat pembinaan kader.

Ia menilai kampus harus menjadi ruang utama bagi kader PMII untuk mengembangkan kapasitas akademik, memperkuat tradisi diskusi, serta melahirkan gagasan yang mampu menjawab persoalan masyarakat.

“Komisariat merupakan fondasi organisasi. Dari kampus lahir kader-kader yang memiliki kemampuan intelektual, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Karena itu, kami ingin menghidupkan kembali budaya akademik di setiap komisariat,” katanya.

Di bawah kepemimpinannya, PKC PMII Papua Barat–Papua Barat Daya juga akan memperluas kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan serta memperkuat peran organisasi dalam mengawal isu pendidikan, demokrasi, sosial kemasyarakatan, dan pembangunan di Tanah Papua.

Ismail turut meminta doa dan dukungan dari seluruh kader, alumni, serta para senior PMII agar kepengurusan yang baru mampu menjalankan amanah organisasi secara maksimal dan membawa PMII semakin berkontribusi bagi masyarakat.

RED

Exit mobile version