Koreri.com Sorong – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Papua Barat Daya (PBD) mulai menggelar konsolidasi internal.
Salah satunya dengan membuka Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Sorong di Drei Kinder, Jl. Sungai Maruni, Kilometer 10, Kamis (16/7/2026).
Musda VI ini dihadiri Wakil Wali Kota Anshar Karim, jajaran Forkopimda, anggota Fraksi Golkar Kota Sorong dan Provinsi PBD, perwakilan partai politik serta Kader Golkar dibuka secara resmi oleh Ketua DPD I Golkar PBD Septinus Lobat, S.H., M.AP.
Ketua DPD I Golkar PBD Septinus Lobat, menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan Musda di lima kabupaten dan satu kota menjadi prioritas dan ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan sejak dimulai pada 17 Juni 2026.
Menurutnya, Musda Kota Sorong ke VI pada Kamis (16/7/2026) sebagai pembuka jalan Musda di 5 kabupaten lainnya. Dimana Kabupaten Sorong dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli 2026, disusul Kabupaten Tambrauw pada awal Agustus, sementara Musda Kabupaten Sorong Selatan dijadwalkan pada 3 Agustus 2026 diikuti Musda di Maybrat dan Raja Ampat. Seluruh rangkaian Musda ditargetkan tuntas sebelum 17 Agustus 2026.
“Target kita dua bulan seluruh Musda lima kabupaten dan satu kota harus selesai. Kita ingin semua proses berjalan clear and clean karena masih banyak agenda besar yang akan dilakukan ke depan,” ujar Septinus.
Ia juga mengingatkan seluruh kader agar fokus bekerja menjalankan amanat partai dan menjaga soliditas organisasi.
“Yang penting bekerja, jangan banyak bicara. Kerjakan amanat partai, tegak lurus ke atas, dan kader di bawah juga tegak lurus kepada pimpinan. Jangan saling mengoreksi, tetapi saling menyatu. Golkar harus mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat yang semakin heterogen. Dengan konsolidasi yang baik, Golkar akan solid dan rakyat akan maju,” tegas Septinus.
Ia juga berpesan kepada panitia Musda untuk tidak harus menonjolkan kemewahan dan biaya besar saat Musda. Ditempat sederhana Musda bisa dilaksanakan yang penting adalah kerja dan merebut hati rakyat.
Pada kesempatan tersebut, Max Adolof Hehanusa yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong mengatakan dirinya mendapat amanah dari Ketua DPD Partai Golkar PBD untuk menjalankan roda organisasi dan memperkuat konsolidasi partai di Kota Sorong.
Diharapkan Musda VI mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner dan mampu membawa Partai Golkar meraih kemenangan di Kota Sorong maupun Provinsi Papua Barat Daya.
“Musda ini harus menghasilkan kepengurusan yang solid, program kerja yang konkret, serta semangat juang yang tinggi. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam proses musyawarah, namun setelah keputusan ditetapkan, seluruh kader wajib bersatu di bawah kepemimpinan yang baru demi kepentingan partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda VI Golkar Kota Sorong, Agata Ure Wukak, mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan Musda, mulai dari tahapan pendaftaran, pengambilan berkas hingga pengembalian berkas bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong.
Etty mengatakan, pelaksanaan Musda berlangsung lancar, tertib, dan menghasilkan pemimpin yang mampu merangkul seluruh jajaran pengurus dari tingkat kecamatan hingga kelurahan di Kota Sorong.
“Harapan kami Musda berjalan sukses dan melahirkan Ketua DPD Golkar Kota Sorong yang mampu menyatukan seluruh kader serta memperkuat organisasi,” katanya.
Musda VI Partai Golkar Kota Sorong turut dihadiri Ketua DPRD Kota Sorong John Lewerisa, unsur Forkopimda Kota Sorong, serta para pimpinan partai politik setempat.
Forum tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas Partai Golkar dalam menghadapi agenda politik dan pembangunan di Papua Barat Daya.
Sampai berita ini diterbitkan pelaksanaan Musda VI DPD Golkar Kota Sorong masih berlangsung dengan agenda sidang sidang pleno.
KENN
