Koreri.com, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bakal menggandeng Balai Wilayah Sungai Maluku untuk menangani persoalan genangan air yang kerap terjadi di kawasan Jalan A.Y. Patty.
Wali Kota Bodewin Wattimena, mengatakan banjir di kawasan tersebut bukan persoalan baru.
“Banjir di A.Y. Patty ini bukan baru hari ini. Sejak tahun 80-an sudah terjadi. Jadi ini masalah lama yang terus berulang,” ungkapnya kepada sejumalah awak media, Minggu (22/2/2026).
Menurut Wali Kota, secara teknis genangan terjadi karena sistem drainase di Ambon bermuara ke laut. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan bersamaan dengan kondisi air laut pasang, air tidak dapat mengalir keluar sehingga tertahan di saluran dan meluap ke badan jalan.
“Semua saluran pembuangan kita bermuara ke laut. Kalau hujan deras dan air laut pasang, air tidak bisa keluar. Jadi harus menunggu air surut dulu baru bisa kering,” bebernya.
Kondisi tersebut kerap disebut sebagai banjir. Namun, genangan lebih disebabkan oleh tertahannya aliran air akibat pasang laut yang menutup jalur pembuangan.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Ambon telah berkoordinasi dengan BWS Maluku dan pihak terkait lainnya. Salah satu langkah yang direncanakan adalah pembangunan kolam retensi yang dilengkapi sistem pompa air.
Lahan untuk pembangunan kolam retensi disiapkan di kawasan belakang Pasar Lama. Nantinya, sistem pompa akan difungsikan untuk membuang air secara aktif ketika hujan deras terjadi bersamaan dengan air laut pasang.
“Jadi solusinya adalah membangun kolam retensi dengan sistem pompa. Begitu air naik, bisa langsung dipompa keluar,” sahutnya.
Wali Kota menambahkan, realisasi pembangunan kolam retensi tersebut masih menunggu dukungan anggaran dari Pemerintah pusat melalui BWS Maluku.
Pemkot Ambon berharap kolaborasi dengan BWS Maluku dapat mempercepat pembangunan infrastruktur tersebut sehingga genangan di kawasan A.Y. Patty dapat diatasi secepatnya.
JFL




























