Lobat-Karim Akui Insentif Tenaga Medis di Kota Sorong Jadi “PR” di Tahun Pertama

Wali Kota Septinus Lobat (tengah), Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim (kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth (kiri) saat di room pers kantor Walikota Sorong, Senin (23/2/2026) / Foto : KENN
Wali Kota Septinus Lobat (tengah), Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim (kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth (kiri) saat di room pers kantor Walikota Sorong, Senin (23/2/2026) / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong – Genap satu tahun Wali Kota dan Wakil Wali Kota Septinus Lobat – Anshar Karim memimpin Kota Sorong, tepatnya 20 Februari 2026.

Sejumlah prestasi telah ditorehkan membangun ibu kota Provinsi Papua Barat Daya ini.

Wali Kota Septinus Lobat mengklaim bahwa program kerja yang sudah dijanjikan kepada masyarakat pada saat kampanye sudah mulai direalisasikan.

Program-program prioritas telah berjalan, tentu terlepas dari dukungan penuh masyarakat selama satu tahun terakhir.

Dijelaskan, bahwa selama sembilan bulan terakhir, perubahan sudah mulai terlihat.

“Wajah kota ini semakin bersih, pengendalian banjir mulai dilakukan melalui pembangunan kanal-kanal banjir, dan program sekolah gratis berjalan maksimal,” ungkapnya didampingi Wawali Anshar Karim saat mengunjungi ruang pers Wali Kota Sorong usai meresmikan fasilitas sarana TIK milik Pemerintah setempat, Senin (23/2/2026).

Meskipun ada kemajuan namun putra Moi pertama yang memimpin Kota Sorong ini mengaku masih terdapat beberapa kekurangan, terutama terkait tambahan insentif bagi dokter dan tenaga kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Hal ini diakuinya akan menjadi pekerjaan rumah “PR” kepemimpinan Lobat-Karim di tahun pertama yang akan diselesaikan pada tahun kedua hingga akhir masa jabatan.

Meski perlu penguatan dan pembenahan ke depan, kedua kepala daerah ini berkomitmen untuk tetap konsisten pada visi yang telah ditetapkan, yaitu menjadikan Sorong sebagai kota yang maju, bersih, hijau, aman, dan sejahtera.

Makna “bersih” sendiri tidak hanya soal kebersihan fisik kota, tetapi juga mencakup tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga sektor kesehatan.

“Seperti yang sering saya sampaikan, dalam setiap program pasti ada kekurangan, terutama terkait tambahan insentif bagi dokter dan tenaga kesehatan, namun komitmen kami adalah memastikan semua janji tetap dilaksanakan secara bertahap dan konsisten,” sahutnya.

Lobat lantas memohon dukungan dari seluruh stakeholder, Forkopimda, hingga elemen masyarakat di Kota Sorong agar kedepan dapat terus bersinergi dan berkolaborasi menjalankan amanah masyarakat untuk membangun Kota Sorong empat tahun kedepan.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan dan wartawati yang terus membantu pemerintah daerah melalui pemberitaan yang informatif dan konstruktif. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui bahwa pemerintah tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar bekerja,” pungkasnya.

KENN