Koreri.com, Jayapura – Peresmian Amazing Grace Hotel Jayapura menjadi momentum penguatan kolaborasi antara lembaga keagamaan dan sektor perbankan.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Regional Office Jayapura menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan dan digitalisasi sistem keuangan hotel milik Sinode GKI di Tanah Papua tersebut.
Regional BRI Jayapura Fahmi Rahendas, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari kerja sama jangka panjang BRI dengan Sinode GKI di Tanah Papua.
Menurutnya, hotel ini tidak sekadar unit usaha komersial, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi lembaga keagamaan dan pemberdayaan umat.
“Kami melihat hotel ini bukan seperti hotel pada umumnya. Ada misi ekonomi kelembagaan yang ingin dikembangkan, sehingga menjadi fokus kami untuk mendukung,” ujarnya usai Grand Opening Amazing Grace Hotel Jayapura, Rabu (4/3/2026).
Kata Fahmi, BRI akan mengintegrasikan sistem pembayaran digital di lingkungan hotel, sejalan dengan misi perseroan dalam memperluas transaksi non-tunai. Selain itu, BRI juga membuka peluang edukasi keuangan dan pembiayaan guna memperkuat manajemen usaha perhotelan.
Digitalisasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem perhotelan yang modern, memudahkan tamu dalam bertransaksi, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional hotel.
Dukungan ini juga menjadi bagian dari upaya BRI memperluas inklusi keuangan hingga pelosok Papua.
Dengan jaringan layanan yang tersebar luas, BRI mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas perbankan secara lebih inklusif, tidak hanya di perkotaan tetapi juga di wilayah pedesaan.
Sebagai bagian dari grand opening, BRI juga menyiapkan program promosi transaksi bagi pengunjung hotel.
Salah satunya berupa potongan harga Rp100.000 untuk transaksi minimal Rp500.000 menggunakan pembayaran BRI.
Program ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat sekaligus memperkenalkan sistem pembayaran digital yang telah terintegrasi di hotel tersebut.
Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara sektor perbankan dan lembaga keagamaan dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas di Papua.
SAV
