Koreri.com, Sorong – Anggota Komisi VI DPR RI Faujia Helga Tampubolon menyempatkan diri mengunjungi korban musibah kebakaran di Jalan Misool, Kampung Baru, Distrik Sorong Barat, kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (21/7/2026).
Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi, Senin (20/7/2026) malam sekitar pukul 18.30 WIT.
Di kesempatan itu, Faujia menyapa dan bertatap muka langsung dengan warga masyarakat yang terdampak musibah itu.
Ia menunjukkan simpati dan keprihatinannya setelah melihat dan menyaksikan situasi terkini lokasi kebakaran yang melenyapkan 10 rumah, yang ditempati 22 kepala. Keluarga.
“Pertama saya mendengar berita ini saya agak kaget dan tidak sangka. Tapi mengingat cuaca angin yang beberapa hari ini non-stop pagi, siang, sore. Maka saya berpikir bahwa mungkin keadaan alam juga yang menyebabkan api menyebar dengan cepat,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Faujia juga memberikan bantuan makanan serta bertanya kepada warga apa yang mereka butuhkan selain makanan.
“Saya tadi bawa satu karton makanan rendang siap saji. itu bisalah untuk beberapa hari kedepan. Dan tadi mereka minta baju, handuk dan pampers untuk anak-anak,” akuinya kepada awak media saat ditemui di lokasi kebakaran.
Faujia juga mengatakan akan mengusahakan agar ada bantuan dari Kementerian Perumahan untuk rumah-rumah warga yang telah hangus terbakar.
“Jadi ada solusi yang untuk warga masyarakat yaitu adanya kerjasama Pemerintah kota Sorong dengan kementerian. Dan saya sebagai anggota DPR RI akan mensinkronisasikan kinerja dan kerjasama untuk bisa membantu teman-teman seperti peristiwa kebakaran yang terjadi di Kelademak pantai beberapa waktu yang lalu,” bebernya.
Politikus Partai Demokrat asal daerah pemilihan Provinsi Papua Barat Daya itu akan berupaya keras untuk kebutuhan 10 rumah yang terdampak.
“Kenapa tidak untuk saling membantu renovasi atau membantu pembangunan rumah? Ya mungkin tidak begitu bagus, mungkin beda tapi layaklah. Paling tidak ada untuk ditempati warga korban kebakaran ini,” imbuhnya.
Selain itu, Faujia juga mendengarkan keluhan warga tentang banyak surat-surat berharga seperti Kartu Keluarga atau ijazah yang sudah hilang dan terbakar.
“Saya cuma bilang jangan sedih karena sistem kita sekarang sudah digitalisasi,” sahutnya.
Untuk surat-surat atau ijazah yang terbakar, Faujia berharap dari pihak pemerintah khusus dinas-dinas terkait agar dapat mempermudah proses pembuatan kembali dan tidak terlalu memberatkan pihak korban.
“Siapa yang mau ada musibah ini? Tidak ada yang mau mengalami musibah. Cuma kadang musibah itu ada untuk menguji hati hati kita semua yang di sekitar apakah bisa saling melihat dan membantu,” pungkasnya.
ZAN
