Bupati Rettob Kenang Alm Karel Gwijangge: Kritis, Santun dan Selalu Cari Jalan Keluar

IMG 20260908 WA0048

Koreri.com, Timika – Kepergian Wakil Ketua II Almarhum Karel Gwijangge meninggalkan kesan mendalam bagi Bupati Mimika Johannes Rettob.

Bukan hanya sebagai seorang legislator, Karel dikenang sebagai sosok yang mampu menyampaikan kritik dengan tegas tanpa kehilangan sikap santun dalam membangun komunikasi.

Kenangan itu disampaikan Bupati Johannes Rettob saat Rapat Paripurna Istimewa Penghormatan dan Pelepasan Jenazah Wakil Ketua II DPRK Mimika di gedung DPRK, Senin (7/9/2026).

“Hari ini kita kehilangan seorang putra terbaik Mimika. Beliau telah memberikan pikiran, tenaga, waktu, dan pengabdiannya bagi masyarakat serta pembangunan daerah,” ujar Bupati Rettob.

Bupati mengaku telah lama mengenal Karel dan kerap berdiskusi dengannya mengenai berbagai persoalan pembangunan Mimika.

Dalam setiap perbedaan pandangan, Karel dinilainya tidak sekadar menyampaikan kritik, tetapi juga berusaha mencari jalan keluar.

“Beliau kritis, tetapi konstruktif. Kritik-kritiknya selalu diarahkan untuk mencari solusi,” ujarnya.

Bagi Bupati Johannes Rettob, cara Karel berkomunikasi menjadi salah satu hal yang paling dikenang.

Perbedaan pandangan tidak membuat hubungan keduanya renggang.

Sebaliknya, dialog tetap menjadi ruang untuk mencari titik temu.

Karakter tersebut, kata Johannes, menjadi pelajaran penting dalam kehidupan demokrasi di Mimika: berbeda pendapat tanpa harus saling menjauh dan menyampaikan kritik tanpa kehilangan penghormatan.

Paripurna Penghormatan Terakhir
Kenangan terhadap Karel mengemuka dalam suasana duka di ruang sidang DPRK Mimika.

Peti jenazah tiba sekitar pukul 14.26 WIT dan ditandu personel Satpol PP sebelum ditempatkan di ruang paripurna.

Pimpinan dan anggota DPRK, keluarga, jajaran Pemkab Mimika, Forkopimda serta kerabat hadir memberikan penghormatan terakhir.

Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyauyau mengatakan Karel bukan hanya rekan kerja, tetapi juga sahabat dan bagian penting dari perjalanan lembaga legislatif Mimika.

“Paripurna istimewa ini menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada sahabat, rekan kerja, sekaligus pimpinan kami,” katanya.

Karel dikenal telah melewati perjalanan panjang di dunia politik Mimika.

Ia menjadi anggota DPRD Mimika sejak 2002 dan kembali dipercaya masyarakat dalam sejumlah periode hingga akhirnya menjabat Wakil Ketua II DPRK Mimika periode 2024–2029.

Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026) pukul 01.45 WIB atau 03.45 WIT setelah menjalani perawatan karena sakit.

Bagi Mimika, kepergian Karel bukan sekadar kehilangan seorang pejabat legislatif. Ada jejak panjang pengabdian yang ditinggalkan—tentang seorang politisi yang memilih tetap kritis, tetapi menjaga ruang dialog dan penghormatan kepada orang lain.

Dan di ruang sidang yang selama ini menjadi tempat Karel menyuarakan aspirasi,

Senin itu ia justru mendapat penghormatan terakhir dari mereka yang pernah berjalan bersamanya.

EHO

Exit mobile version