Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai membangun Jembatan Gantung Mioko, Distrik Mimika Tengah, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan akses masyarakat di wilayah tersebut.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika menyebutkan, jembatan tersebut dirancang sepanjang 150 meter dengan lebar 2,5 meter dan memiliki kapasitas beban maksimal 2 ton.
Prosesi peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung diawali dengan upacara adat masyarakat Kampung Mioko sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal sekaligus permohonan restu atas pelaksanaan pembangunan.
Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Mioko merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Serta merealisasi janji kampanye dan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika membangun dari kampung ke kota.
Pembangunan ditargetkan rampung dalam 135 hari kalender.
Pekerjaan konstruksi dilaksanakan PT Pembangunan Perkasa Mulia Urja, sedangkan pengawasan dilakukan CV Salika Injenering sebagai konsultan pengawas.
Jembatan tersebut diharapkan menjadi prasarana konektivitas yang aman dan memadai untuk memperlancar mobilitas warga, termasuk distribusi barang dan jasa.
Selain itu, keberadaan jembatan ditargetkan membuka akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, serta kegiatan ekonomi.
Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Tengah, Florensius Gemma Kwalik, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Ia mengajak warga Kampung Mioko mendukung sekaligus menjaga proses pembangunan hingga selesai.
Dalam kesempatan itu, masyarakat juga menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan lainnya kepada Bupati Mimika Johannes Rettob.
Aspirasi tersebut disampaikan secara tertulis melalui Kepala Kampung Mioko untuk menjadi bahan perhatian dan tindak lanjut pemerintah daerah.
EHO
