Koreri.com, Sorong – Persatuan Sepak Bola Indonesia Kabupaten Tambrauw (Persitam) menunjukkan performa impresif dengan menggulung tim Getsemani FC 4-1 dalam laga lanjutan Liga 4 Zona Papua Barat Daya yang berlangsung di Stadion Bawela, Kota Sorong, Senin (23/3/2026) pagi.
Kemenangan perdana itu menjadi sinyal kuat keseriusan tim Persitam dalam bersaing di kompetisi musim ini.
Sejak peluit kick off dibunyikan, kedua tim langsung tampil terbuka dengan menampilkan tempo permainan yang cukup tinggi. Persitam Tambrauw tampil lebih agresif dengan mengandalkan kecepatan di sektor sayap serta umpan-umpan pendek yang terorganisir untuk membongkar pertahanan lawan.
Sementara itu, Getsemani FC mencoba mengimbangi dengan strategi serangan balik cepat yang beberapa kali mampu menciptakan tekanan.
Peluang pertama Persitam hadir di awal laga melalui penetrasi dari sisi kanan, namun masih mampu dipatahkan oleh lini belakang Getsemani yang tampil disiplin. Getsemani pun tidak tinggal diam dan sempat mengancam lewat sepakan jarak jauh, meski belum mengarah tepat ke gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke 15. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi dengan baik oleh Putra (14), bola melengkung ke dalam kotak penalti dan disambut sundulan keras Markus Tewa (15). Bola meluncur deras dan tidak mampu dijangkau kiper Getsemani, Glen Bilote.
Gol tersebut membawa Persitam unggul 1-0.
Usai gol pembuka, Persitam semakin percaya diri dan mendominasi jalannya pertandingan. Mereka terus menekan melalui variasi serangan, baik dari bola mati maupun skema terbuka. Beberapa peluang emas berhasil diciptakan, namun penampilan gemilang Glen Bilote di bawah mistar membuat gawang Getsemani terhindar dari kebobolan tambahan di babak pertama.
Di sisi lain, Getsemani berusaha keluar dari tekanan dengan meningkatkan intensitas serangan. Mereka mencoba menembus pertahanan Persitam melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan cepat di lini depan. Namun, solidnya lini belakang Persitam mampu meredam setiap ancaman yang datang.
Memasuki pertengahan hingga akhir babak pertama, laga semakin ketat dengan duel-duel keras di lini tengah. Kedua tim saling berebut penguasaan bola, namun hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor 1-0 untuk keunggulan Persitam tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Getsemani tampil lebih berani dan meningkatkan tekanan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-60 ketika terjadi gol bunuh diri dari pemain Persitam, Markus Lewa.
Dalam situasi bola mati, Markus gagal mengantisipasi dengan baik sehingga bola justru masuk ke gawang sendiri. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut sempat mengangkat moral pemain Getsemani dan membuat pertandingan berjalan lebih terbuka. Namun, Persitam tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons.
Hanya lima menit berselang, tepatnya menit ke-65, Persitam kembali unggul menjadi 2-1 melalui gol Abraham Solossa. Gol ini tercipta lewat skema serangan yang rapi, di mana Abraham berhasil lolos dari kawalan dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper sebelum melepaskan tembakan yang tak terbendung.
Keunggulan kembali di tangan membuat Persitam semakin leluasa mengembangkan permainan. Mereka terus menekan pertahanan Getsemani yang mulai kehilangan konsentrasi. Hasilnya, Persitam berhasil menambah gol ketiga melalui aksi individu Riki Rumpaidus.
Berawal dari pergerakan di sisi kiri, Riki melewati beberapa pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan yang bersarang di gawang, mengubah skor menjadi 3-1.
Tertinggal dua gol membuat Getsemani mencoba bangkit dengan meningkatkan serangan di sisa waktu pertandingan. Namun, upaya tersebut justru membuka ruang di lini belakang yang dimanfaatkan dengan baik oleh Persitam.
Menjelang akhir pertandingan, Persitam kembali mencetak gol penutup melalui Osvaldo Butar-Butar. Gol tersebut lahir dari skema umpan silang yang disambut sundulan akurat, memastikan keunggulan Persitam menjadi 4-1.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Persitam Tambrauw sukses mengamankan kemenangan telak 4-1 atas Getsemani.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Persitam untuk menatap laga-laga selanjutnya di Liga 4 Zona Papua Barat Daya, sekaligus mempertegas posisi mereka sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam persaingan musim ini.
Pelatih Persitam Oktovianus Bame mengapresiasi permainan anak asuhnya yang cukup tangguh hingga meraih 3 point penuh di pertandingan awal ini.
Namun Coach Bame ini mengungkapkan, kemenangan tersebut menjadi bahan evaluasi tim pelatih dan official untuk mengasuh anak asuhnya dalam permainan berikutnya lebih mengandalkan teknik permainan.
“Pertandingan berikutnya tim yang akan kami hadapi lebih berat lagi, jadi kemenangan hari ini akan menjadi bahan evaluasi, yang jelas target bukan pelengkap tapi tembus grand final Liga 4 Zona Papua Barat Daya,” ucap pelatih Oktovianus Bame saat memberikan keterangan persnya.
Sementara itu Kapten kesebelasan Persitam Tambrauw mengakui penampilan dalam laga kali ini belum terlalu maksimal. Meski kekompakan dalam teknik permainan sudah bagus namun penyelesaian pengisian gol di gawang belum maksimal.
“Memang ada beberapa peluang isi gol di permainan babak pertama dan kedua tidak dimanfaatkan dengan baik tapi akan kami lebih mantapkan lagi di pertandingan berikutnya,” pungkasnya.
KENN
