Pembangunan Pasar Apung Batu Merah Resmi Dimulai, Ini Penjelasan Alham Valeo

Alham Valeo Pasar Apung Batu Merah

Koreri.com, Ambon – Pembangunan proyek strategis Pasar Apung Batu Merah atau Water Front City mulai berjalan dengan mengusung konsep terintegrasi yang modern namun tetap berakar pada budaya lokal.

Inisiatif besar ini digagas dan dikerjakan langsung oleh Alham Valeo selaku pelaksana utama sekaligus pemilik proyek.

Proyek ini dirancang sebagai satu kesatuan sistem yang memadukan fungsi perdagangan kuliner dengan daya tarik destinasi wisata bahari. Konsep ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar dan Kota Ambon pada umumnya.

“Dalam perancangannya, aspek kearifan lokal menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditinggalkan. Kekayaan budaya dan adat istiadat yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku tetap dijunjung tinggi dan diintegrasikan ke dalam setiap detail Pembangunan,” terang Alham Valeo kepada sejumlah awak media saat ditemui di lokasi pekerjaan, Rabu (8/4/2026).

Hal ini dilakukan agar fasilitas modern ini nantinya dapat berharmoni dengan lingkungan dan tradisi yang sudah lama hidup di tengah masyarakat.

“Pasar ini tidak hanya akan menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga wadah pelestarian budaya,” tegasnya.

Di balik megahnya proyek ini, sosok Alham Valeo selaku Direktur memegang kendali penuh CV Alice To Madalle selaku pengembang.

Ia bersama tim memastikan bahwa seluruh visi dan misi pembangunan berjalan sesuai dengan rencana matang yang telah disusun.

Hingga saat ini, proses konstruksi dilaporkan berjalan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti. Berbagai tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan tertib dan teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Untuk menjamin kualitas dan keamanan kerja, digunakan peralatan yang memenuhi standar keselamatan dan efisiensi kerja tinggi. Alat-alat canggih tersebut didatangkan khusus dari luar daerah untuk mendukung kelancaran proses konstruksi.

Penggunaan alat berat menjadi bagian tak terpisahkan dari tahap pengerjaan saat ini. Mesin-mesin modern tersebut beroperasi maksimal untuk mempercepat pekerjaan struktur utama yang membutuhkan tenaga besar.

Meskipun didukung oleh peralatan mutakhir, pelaksanaan kerja harus menyesuaikan dengan kondisi geografis lokasi. Keterbatasan lahan yang tersedia menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelaksana di lapangan.

Melihat kondisi tersebut, strategi pengerjaan bertahap dipilih sebagai solusi paling efektif dan efisien. Pekerjaan dilakukan secara seksama dan berurutan agar tidak terjadi tumpang tindih aktivitas yang dapat menghambat proses.

“Kita kerjakan perlahan-lahan. Kalau bagian ini habis, nanti menyusul bagian berikutnya,” tambah Alham lebih lanjut menjelaskan alur kerja yang diterapkan demi hasil yang maksimal.

Secara total, nilai investasi yang ditanamkan dalam proyek prestisius ini mencapai angka fantastis. Anggaran pembangunan Pasar Apung Batu Merah diketahui mencapai Rp71 miliar.

Pembiayaan tersebut murni berasal dari inisiatif dan modal pribadi Alham Valeo selaku pemilik dan pelaksana. Hal ini menunjukkan keseriusan yang tinggi dalam membangun infrastruktur ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut

Alham juga menegaskan bahwa sumber dana tersebut bersifat mandiri. Tidak ada keterlibatan pihak ketiga atau pinjaman luar, sehingga seluruh pengelolaan dana dikontrol secara internal.

Dengan dukungan pendanaan yang kuat dan konsep yang matang, Pasar Apung Batu Merah diproyeksikan akan menjadi ikon baru yang memajukan perekonomian sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Maluku ke tingkat yang lebih luas.

JFL

Exit mobile version