Pernyataan Resmi PAK-HAM PAPUA Terkait Insiden di Stadion Lukas Enembe

Methodius Kossay PAK HAM Papua
Ketua PAK-HAM PAPUA Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., C.T., C.MP / Foto : Ist

Koreri.com, Jayapura – Perhimpunan Advokasi Kebijakan Dan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM PAPUA) menyampaikan perhatian serius terhadap insiden kericuhan pascapertandingan playoff antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, yang mengakibatkan kerusakan material cukup besar serta terganggunya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun Tim PAK-HAM PAPUA dan berbagai laporan media di lokasi kejadian pada Sabtu (9/5/2026), sedikitnya 20 unit mobil dan 7 unit sepeda motor dilaporkan hangus terbakar.

Selain itu, sejumlah fasilitas stadion seperti pagar pembatas dan pos pengamanan juga mengalami kerusakan.

Di sekitar lokasi turut ditemukan beberapa selongsong peluru yang diduga berasal dari proses pembubaran massa oleh aparat keamanan pada malam sebelumnya.

Ketua PAK-HAM PAPUA Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., C.T., C.MP, menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus disikapi secara objektif, proporsional dan berdasarkan fakta hukum serta data lapangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Setiap penyelenggaraan kegiatan publik dengan jumlah massa besar harus dilaksanakan berdasarkan prinsip keamanan, ketertiban, penghormatan terhadap hak masyarakat, serta standar prosedur yang profesional,” ujar Dr. Methodius Kossay.

PAK-HAM PAPUA memandang bahwa insiden ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola penyelenggaraan pertandingan sepak bola di Papua, khususnya terkait: sistem pengamanan pertandingan, pengendalian massa, jalur evakuasi, pelayanan penonton, mitigasi risiko, serta koordinasi antarpenyelenggara dan aparat keamanan.

PAK-HAM PAPUA juga menegaskan bahwa seluruh bentuk tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, maupun kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam prinsip hukum dan sportivitas olahraga.

Di sisi lain, pendekatan keamanan dalam situasi kerumunan massa harus tetap mengedepankan prinsip:legalitas, nesesitas, proporsionalitas, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Terkait informasi mengenai pengibaran simbol atau bendera Bintang Kejora di area stadion, PAK-HAM PAPUA meminta semua pihak menyerahkan penanganannya kepada mekanisme hukum yang berlaku serta menghindari pernyataan maupun tindakan yang dapat memicu eskalasi situasi sosial dan keamanan di Papua.

PAK-HAM PAPUA menegaskan bahwa tindakan pengibaran simbol politik dalam momentum pertandingan sepak bola tidak sepatutnya dilakukan, karena olahraga pada hakikatnya merupakan ruang persatuan, sportivitas, dan kebersamaan masyarakat. Nilai-nilai sportivitas harus tetap dijaga, dan kegiatan olahraga tidak seharusnya dibawa atau diarahkan ke dalam isu-isu politik yang berpotensi menimbulkan perpecahan maupun gangguan keamanan dan ketertiban publik.

“Sepak bola harus menjadi ruang pemersatu masyarakat, bukan arena yang memunculkan polarisasi maupun kepentingan politik tertentu. Semua pihak perlu menjaga marwah olahraga secara dewasa, damai, dan bertanggung jawab,” tegas Dr. Methodius Kossay.

PAK-HAM PAPUA juga mengimbau masyarakat dan suporter Persipura Jayapura agar tetap menjaga ketertiban umum, mengedepankan sportivitas, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Persipura Jayapura adalah simbol kebanggaan masyarakat Papua. Dukungan kepada Persipura harus diwujudkan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab demi menjaga marwah sepak bola Papua,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Dr. Methodius Kossay mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga stabilitas sosial, keamanan, persatuan, dan kedamaian di Tanah Papua melalui pendekatan dialogis, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

“Mengadvokasi Kebijakan HAM yang Humanis Berbasis Kearifan Lokal Papua”.

RLS

Exit mobile version