Koreri.com, Ambon – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) memang masih lima tahun lagi.
Namun, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai memanaskan mesin politik lebih awal dengan target besar: merebut kembali kursi Wali Kota Ambon melalui kader murni partai pada Pilwakot 2031.
Sinyal politik itu ditegaskan Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun, saat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kota Ambon, Sabtu (9/5/2026) lalu.
Dalam arahannya, Benhur meminta seluruh struktur partai mulai bergerak dan menyiapkan kekuatan sejak dini guna memenangkan kader sendiri pada Pilwakot Ambon mendatang.
Instruksi tersebut langsung disambut antusias para kader yang baru terpilih memimpin Pengurus Anak Cabang (PAC) periode 2025–2030. Mereka menilai momentum ini menjadi titik awal kebangkitan PDIP untuk kembali berjaya di Kota Ambon.
Ketua PAC Kecamatan Sirimau Simon Berti Nendissa, menegaskan seluruh kader wajib menjalankan instruksi partai hingga ke tingkat ranting dan anak ranting.
Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan ialah memperkuat konsolidasi internal dan membangun kembali basis kekuatan partai di akar rumput.
“Perlu adanya kerja sama dengan memadukan kekuatan DPD, DPC, PAC, ranting, anak ranting dan simpatisan. Instruksi itu wajib kita lakukan karena itu tanggung jawab sebagai partai pemenang Pemilu untuk merefleksikannya di Pilkada 2031 nanti,” tegas Nendissa di Ambon, Senin (11/5/2026).
Ia optimistis apabila yang maju adalah kader murni PDIP, maka seluruh struktur partai akan bergerak lebih solid untuk memenangkan pertarungan politik.
“Yang bukan kader saja kita bisa menangkan, apalagi kader murni partai. Pasti lebih dari bisa. Sudah waktunya kader partai kembali memimpin,” ujarnya.
Semangat serupa juga datang dari Sekretaris PAC PDI Perjuangan Teluk Ambon, Sonalita Laisatamu.
Ia menilai keputusan mendorong kader sendiri maju di Pilwakot merupakan bentuk penghargaan terhadap loyalitas kader yang selama ini bekerja membesarkan partai.
“Maka tanggung jawab kita di tingkat ranting, anak ranting dan PAC harus bekerja lebih keras untuk memenangkan Pilwakot dan DPRD. Dukungan kepada kader wajib kita kawal dan menangkan,” katanya.
Meski demikian, Sonalita mengakui PDIP masih menghadapi tantangan besar, khususnya di Kecamatan Teluk Ambon yang dinilai mengalami penurunan basis dukungan dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu, pihaknya berkomitmen memperkuat konsolidasi dan memperluas pendekatan kepada masyarakat, terutama generasi muda atau Gen-Z yang kini semakin kritis dalam menentukan pilihan politik.
“Butuh kerja lebih ekstra untuk mendaratkan partai di hati masyarakat. Visi, misi dan program partai harus lebih dikenal publik. Obsesi saya adalah memerahkan Kecamatan Teluk Ambon melalui penguatan ranting dan anak ranting,” demikian Sonalita.
RLS
