BRI Jadi Mitra Lelang Paling Aktif di Papua, KPKNL Apresiasi Sinergi dalam Penjualan Aset

KPKNL Apresiasi BRI Soal Jual Aset
Talk Show BRI Consumer Expo 2026 yang berlangsung di Mall Jayapura, Sabtu (13/6/2026) / Foto : Surya

Koreri.com, Jayapura – Bank Rakyat Inodnesia (BRI) kembali mendapat apresiasi sebagai mitra paling aktif dalam pengajuan lelang aset di Papua.

Hal tersebut disampaikan Pejabat Lelang Kelas II Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Hadri, dalam Talk Show BRI Consumer Expo 2026 yang berlangsung di Mall Jayapura, Sabtu (13/6/2026).

Hadri mengungkapkan bahwa selama bertugas sebagai pejabat lelang, BRI menjadi institusi yang paling konsisten dan intensif mengajukan permohonan lelang aset kepada KPKNL.

“Untuk saat ini, mitra yang paling aktif dan paling banyak mengajukan lelang adalah BRI. Alhamdulillah, kerja sama yang terjalin selama ini berjalan sangat baik,” ujarnya.

Menurut Hadri, kontribusi BRI tidak hanya terlihat dari jumlah pengajuan lelang, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang bersumber dari layanan lelang.

“BRI masih menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam penerimaan PNBP dari sektor lelang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hadri juga menjelaskan bahwa saat ini seluruh proses lelang telah dilakukan secara online melalui platform resmi pemerintah. Masyarakat dari berbagai daerah dapat mengikuti lelang tanpa harus datang langsung ke kantor KPKNL.

“Lelang sekarang sudah berbasis online. Siapa saja bisa mengikuti dari mana saja dan kapan saja melalui lelang.go.id,” jelasnya.

Untuk menjadi peserta lelang, masyarakat hanya perlu mendaftarkan akun dengan menyiapkan dokumen berupa KTP, NPWP, dan nomor rekening atas nama sendiri. Setelah terdaftar, peserta dapat melihat berbagai objek lelang yang diumumkan secara terbuka sebelum pelaksanaan lelang.

Peserta yang ingin mengikuti lelang diwajibkan menyetorkan uang jaminan sesuai ketentuan. Jika tidak memenangkan lelang, dana tersebut akan dikembalikan penuh ke rekening peserta. Namun jika berhasil memenangkan lelang, peserta hanya perlu melunasi sisa pembayaran sesuai harga penawaran yang dimenangkan.

Hadri menjelaskan bahwa harga aset dalam proses lelang dapat meningkat dari nilai limit apabila terdapat persaingan penawaran dari peserta lain.

“Misalnya nilai limit Rp1 miliar, harga jual bisa saja naik menjadi Rp1,1 miliar atau lebih tergantung penawaran yang masuk selama proses lelang berlangsung,” ujarnya.

Menariknya, bagi masyarakat yang ingin membeli aset lelang namun memiliki keterbatasan dana, BRI menyediakan solusi pembiayaan melalui program KPR Solusi. Program ini memungkinkan pembeli memperoleh pembiayaan dengan persyaratan yang lebih ringan dibanding kredit komersial pada umumnya.

“Dengan KPR Solusi, masyarakat tidak harus menyiapkan seluruh dana secara tunai. Uang jaminan yang telah disetor bahkan dapat diperhitungkan sebagai bagian dari uang muka,” jelasnya.

Selain itu, proses persetujuan pembiayaan juga relatif cepat, sehingga memudahkan masyarakat dalam memperoleh aset lelang yang diinginkan.

Melalui sinergi antara BRI dan KPKNL, masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah, aman, dan transparan untuk memiliki aset melalui mekanisme lelang resmi pemerintah, sekaligus didukung fasilitas pembiayaan yang terjangkau.

SAV

Exit mobile version