Pengurus PERBASASI PBD Gelar Kick off Meeting Jelang Musprov 2026

Pengurus PERBASASI PBD Masa Bakti 2026 2030
Kick off Meeting PERBASASI PBD yang digelar bersama para mantan atlet, pelatih dan pemerhati olahraga baseball serta softball, Selasa (30/6/2026) / Foto : Suzan

Koreri.com, Sorong – Persiapan pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Baseball dan Softball Indonesia (PERBASASI) Papua Barat Daya (PBD) resmi dimulai melalui Kick off Meeting yang digelar bersama para mantan atlet, pelatih dan pemerhati olahraga baseball serta softball di wilayah itu, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat mandat yang dikeluarkan oleh Pengurus besar Persatuan Baseball dan Softball Indonesia (PB Perbasasi) Nomor:372/SM-PPBD/PB-Perbasasi/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026 kepada Frengky Albert RM Saa, SE., MM dan Abdul Razak Macap, S. Sos., M. Si untuk mempersiapkan dan melaksanakan Musyawarah Provinsi (Musprov) Pengprov PERBASASI PBD Masa Bakti 2026-2030.

Dalam keterangan pers di ruang kerjanya, Selasa (30/6/2026) Frengky Saa menjelaskan, pertemuan perdana tersebut bertujuan menyatukan persepsi seluruh pihak yang terlibat dalam pembentukan kepengurusan PERBASASI PBD, sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan Musprov yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Juli 2026.

“Kami diberikan waktu efektif sekitar 25 hari untuk mempersiapkan seluruh agenda Musprov. Karena itu, malam ini kami menggelar diskusi bersama para mantan pemain, pelatih aktif, mantan pelatih, serta para sahabat yang selama ini terlibat dalam pengembangan softball dan baseball di Tanah Papua,” ujar Frengky.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan dan pengalaman turut disampaikan para senior olahraga softball dan baseball yang selama ini berperan dalam perkembangan cabang olahraga tersebut, mulai dari Papua hingga Papua Barat.

Menurut Frengky, banyak tokoh pembina dan mantan atlet berprestasi yang kini berada di wilayah PBD.

Atas dasar itu, seluruh peserta sepakat untuk mendorong pembentukan kepengurusan Perbasasi PBD sebagai wadah pembinaan olahraga baseball dan softball di daerah otonomi baru tersebut.

“Yang hadir hari ini sebagian besar adalah mantan atlet yang pernah berlaga di PON maupun Pra-PON. Kami memiliki mimpi bersama agar Papua Barat Daya juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga tingkat nasional,” katanya.

Frengky menjelaskan, terdapat sejumlah agenda strategis yang akan dibahas dalam Musprov.

Agenda utama meliputi pembentukan Pengprov PERBASASI PBD masa bakti 2026–2030, pemilihan ketua umum, serta penyusunan program kerja organisasi untuk lima tahun mendatang.

Karena Perbasasi membawahi dua cabang olahraga, yakni baseball dan softball, maka program pembinaan yang akan disusun nantinya akan difokuskan pada pengembangan atlet, pelatih, serta peningkatan prestasi di kedua cabang olahraga tersebut.

Menurutnya, keberhasilan softball Papua meraih prestasi nasional di masa lalu menjadi motivasi besar bagi PBD untuk mengikuti jejak tersebut.

“Kami bermimpi suatu saat nanti bendera Papua Barat Daya dapat berkibar di arena PON melalui prestasi atlet baseball dan softball. Itu menjadi cita-cita bersama yang ingin kami wujudkan,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai program pembinaan menuju ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas), yang akan dibahas lebih lanjut dalam Musprov mendatang.

Frengky menegaskan, pengembangan baseball dan softball di Tanah Papua selama ini dibangun melalui pendekatan kekeluargaan dan kebersamaan.

Pendekatan tersebut, menurutnya, telah berhasil diterapkan mulai dari Jayapura, Manokwari hingga Sorong.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Abdul Macap, seorang akademisi dan antropolog dari Universitas Cenderawasih yang selama puluhan tahun berkontribusi dalam pengembangan softball di Papua.

“Beliau merasa memiliki tanggung jawab moral sebagai putra Sorong untuk kembali membangun dan membesarkan softball serta baseball di Papua Barat Daya. Yang terpenting bagi kami adalah menyiapkan fondasi organisasi, program, atlet, dan pelatih untuk masa depan,” katanya.

Selain fokus pada pembinaan atlet, PERBASASI PBD juga berencana memperluas pengembangan olahraga baseball dan softball melalui kerja sama dengan perguruan tinggi serta dinas pendidikan, sehingga olahraga tersebut dapat diperkenalkan secara lebih luas di lingkungan sekolah.

Frengky juga berharap dukungan media terus terjalin dalam setiap tahapan pembinaan hingga pelaksanaan berbagai event olahraga mendatang.

“Kami percaya media memiliki peran penting dalam membangun semangat dan mempublikasikan perkembangan olahraga. Karena itu, kami berharap kolaborasi ini terus berjalan hingga ke ajang Pra-PON maupun PON,” tuturnya.

Ia optimistis, pembentukan PERBASASI PBD akan menjadi momentum penting bagi lahirnya generasi atlet baru serta menjadi wadah pembinaan karakter dan prestasi bagi anak-anak muda di provinsi baru itu.

ZAN

Exit mobile version