Koreri.com, Jayapura – Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PD PERPAMSI) Tanah Papua menilai pelayanan air minum di berbagai wilayah masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari rendahnya cakupan layanan, keterbatasan investasi, hingga kondisi geografis yang menyulitkan distribusi air bersih.
Ketua PD PERPAMSI Tanah Papua, Entis Sutisna, mengatakan tantangan terbesar saat ini adalah masih minimnya jumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Air Minum dibandingkan jumlah kabupaten dan kota di seluruh Tanah Papua.
“Dari 42 kabupaten dan kota di Tanah Papua, baru sembilan daerah yang memiliki BUMD Air Minum. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujar Entis usai pelantikan pengurus PD PERPAMSI periode 2026–2030 di Jayapura, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, masih rendahnya cakupan pelayanan air minum disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya keterbatasan pendanaan untuk pembangunan jaringan distribusi, kurangnya dukungan investasi, serta kualitas sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan.
Selain itu, kondisi geografis Papua yang sangat luas dengan permukiman masyarakat yang tersebar membuat pembangunan jaringan perpipaan membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
“Setiap daerah memiliki persoalan yang berbeda. Ada yang terkendala investasi, ada yang menghadapi persoalan pengolahan air, legalitas perusahaan, hingga belum terbentuknya BUMD Air Minum,” jelasnya.
Karena itu, PD PERPAMSI Tanah Papua akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar semakin banyak kabupaten dan kota membentuk BUMD Air Minum maupun memperkuat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang sudah ada.
Entis juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor air minum karena menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus salah satu indikator pelayanan publik.
Dalam forum MAPAMDA, para direksi BUMD Air Minum dari sembilan daerah juga membahas berbagai solusi untuk meningkatkan cakupan pelayanan, termasuk penguatan SDM, kerja sama antardaerah, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan air.
Khusus untuk Kota dan Kabupaten Jayapura, Entis kembali mendorong optimalisasi potensi Danau Sentani sebagai sumber air baku guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Menurutnya, sejak 2021 telah diusulkan agar Danau Sentani dapat menjadi sumber pasokan air minum yang lebih optimal bagi Kota dan Kabupaten Jayapura, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
PD PERPAMSI berharap dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus meningkat agar pelayanan air minum di Tanah Papua dapat berkembang lebih cepat dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
SAV
