Koreri.com, Timika – Persoalan sampah tidak akan selesai hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan. Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah dinilai menjadi langkah sederhana namun penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, Senin (10/8/2026).
Ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri memilah sampah dari sumbernya, sebelum sampah tersebut menumpuk dan menjadi persoalan lingkungan.
“Kalau bisa dipilah dari rumah, kenapa harus menunggu jadi gunung sampah?” tegas Kadistrik Merlyn.
Menurutnya, tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan. Sebagian jenis sampah masih memiliki nilai ekonomi apabila dipisahkan dan dikelola dengan baik sejak dari sumbernya.
Kadistrik Merlyn menyebut sejumlah sampah yang dapat dipisahkan, seperti botol plastik, kardus, kaleng, aluminium hingga minyak jelantah. Sampah-sampah tersebut sebaiknya tidak dicampur dengan sampah organik maupun sampah residu.
“Tidak semua sampah adalah uang. Tapi sebagian sampah punya nilai kalau kita pisahkan sejak dari sumbernya,” ujarnya.
Merlyn mendorong masyarakat Mimika Baru memulai kebiasaan sederhana melalui gerakan “Pilah dari Sumber”. Sampah yang masih memiliki nilai dapat diselamatkan dan dimanfaatkan kembali, sementara sampah yang memang harus dibuang dapat ditempatkan pada tempat pembuangan yang semestinya.
Merlyn juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai, drainase maupun ruang publik. Kebiasaan tersebut tidak hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan.
Menurutnya, perubahan besar dalam menjaga kebersihan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program yang besar. Kesadaran tersebut justru dapat dimulai dari rumah masing-masing.
“Perubahan besar tidak selalu dimulai dari program besar. Kadang dimulai dari dua tempat sampah di rumah kita sendiri,” katanya.
Merlyn mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan memulai dari hal yang paling sederhana, yakni memilah sampah sebelum dibuang.
“Kaka Miru sudah mulai. Kamu ikut?” pungkasnya.
NUEL
