Koreri.com, Nabire – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong percepatan pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu sektor strategis untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pengembangan Kopi Provinsi Papua Tengah Tahun 2026, Senin (11/8/2026).
Gubernur Papua Tengah dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Tumiran menekankan kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, lembaga mitra, akademisi, hingga para petani dalam mengembangkan sektor perkopian di wilayah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), pemerintah kabupaten, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Rakorda tersebut,” ucapanya mengawali sambutan.
Lanjut Gubernur, Papua Tengah dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu wilayah pengembangan kopi di Indonesia.
Karakteristik geografis Papua Tengah memungkinkan pengembangan berbagai jenis kopi, baik robusta di wilayah dataran rendah maupun arabika di kawasan pegunungan.
Potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara terencana dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Karena Dengan pengelolaan yang tepat, komoditas kopi tidak hanya meningkatkan produksi perkebunan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dan memperkuat kesejahteraan Masyarakat,” lanjutnya.
Dikatakan Gubernur, bagi masyarakat Papua Tengah, kopi bukan sekadar komoditas perkebunan tetapi telah menjadi bagian dari sumber penghidupan bagi banyak keluarga petani.
Karena itu, pengembangan kopi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan benih unggul, peningkatan kualitas budidaya, penguatan kelembagaan petani, perbaikan proses pascapanen, hilirisasi produk, hingga perluasan akses pasar.
Pengembangan komoditas kopi juga sejalan dengan visi “Papua Tengah Emas, Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju, dan Berkelanjutan.”
Melalui pengembangan kopi, Pemerintah ingin memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.
Namun, keberhasilan pembangunan sektor kopi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri.
Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dunia usaha, akademisi, lembaga mitra, koperasi, penyuluh, dan petani.
Untuk itu, Pemerintah kabupaten didorong memperkuat sejumlah aspek dasar, terutama pendataan petani, penyusunan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), penguatan kelembagaan petani dan koperasi, peningkatan kapasitas penyuluh, serta pembangunan sistem pembibitan kopi unggul yang berkelanjutan.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga menekankan pentingnya membangun ekosistem industri kopi yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
Pengembangan tersebut mencakup peningkatan produksi dan produktivitas di tingkat petani, pengolahan pascapanen, pengembangan produk turunan, hingga pemasaran yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Pemerintah berharap semakin banyak koperasi petani yang memiliki kapasitas kuat, industri pengolahan kopi yang berkembang, serta munculnya generasi muda Papua Tengah yang melihat kopi sebagai peluang usaha dengan nilai tambah,” tegas Gubernur.
Rakorda Pengembangan Kopi Papua Tengah Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti pada forum koordinasi, tetapi menghasilkan rekomendasi dan langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan.
Langkah tersebut diharapkan menjadi pijakan bersama untuk mempercepat pengembangan sektor perkopian Papua Tengah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
HMS
