Nusaniwe Jukulele Festival 2026 Digelar, Begini Pesan Tegas Wali Kota Ambon

Walkot BW Nusaniwe Jukulele Festival 2026
Asisten II Pemerintah Kota Ambon, Rustam Simanjuntak, saat membuka Nusaniwe Jukulele Festival 2026 di lantai II Katolik Center, Kamis (13/8/2026) / Foto : Ist

Koreri.com, Ambon – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa jukulele bukan sekadar alat musik, tetapi merupakan bagian dari kekayaan budaya, identitas masyarakat, sekaligus sarana mempererat tali persaudaraan.

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten II Pemerintah Kota Ambon, Rustam Simanjuntak, saat membuka Nusaniwe Jukulele Festival 2026 di lantai II Katolik Center, Kamis (13/8/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang digagas Kecamatan Nusaniwe tersebut.

Menurutnya, Nusaniwe merupakan salah satu wilayah yang memiliki kekayaan budaya, kreativitas dan semangat seni masyarakat yang menjadi bagian penting dari kehidupan Kota Ambon.

“Jukulele bukan hanya sekadar alat musik, tetapi juga memiliki peran dalam membangun persaudaraan dan menjadi bagian dari identitas budaya yang harus terus dilestarikan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Wali Kota mengatakan, Nusaniwe Jukulele Festival 2026 tidak semata-mata dipandang sebagai sebuah perlombaan. Lebih dari itu, festival menjadi momentum untuk merayakan kebersamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya, terutama di kalangan generasi muda.

Ia pun memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan festival tersebut sebagai proses belajar dan ruang untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Jadikan hal ini sebagai proses untuk belajar. Tampilkan kreativitas, semangat, keberanian dan kecintaan terhadap kebudayaan. Junjung tinggi sportivitas, karena keberanian untuk tampil adalah kemenangan yang sesungguhnya,” pesannya.

Menurut Wali Kota, keberanian anak-anak dan generasi muda untuk tampil di depan publik merupakan bagian penting dalam membangun karakter. Karena itu, festival seperti ini diharapkan terus mendapat dukungan dan dikembangkan sebagai wadah pembinaan generasi muda di bidang seni dan budaya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin, percaya diri serta mampu mengembangkan potensi seni dan budaya daerah.

Juga berharap para peserta tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi terus mengasah kemampuan sehingga kelak dapat membawa nama Kota Ambon dan Maluku ke tingkat yang lebih luas.

“Semoga kegiatan ini menjadi wadah untuk terus mempertahankan dan mengembangkan berbagai bidang seni, sekaligus membentuk generasi yang berkarakter kuat, disiplin dan percaya diri,” harapnya.

Nusaniwe Jukulele Festival 2026 sendiri menghadirkan kategori anak usia 10–16 tahun. Festival ini menjadi salah satu ruang kreativitas bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat bermusik sekaligus mengenal dan melestarikan jukulele sebagai bagian dari kekayaan seni budaya Maluku.

JFL

Exit mobile version