Koreri.com, Timika – Persoalan sampah di Kabupaten Mimika kembali menjadi sorotan.
Tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah titik tempat pembuangan sampah (TPS), sementara aliran sungai juga dipenuhi berbagai jenis sampah yang membuat lingkungan tampak kotor dan tidak terawat.
Kondisi tersebut terlihat pada Jumat (4/9/2026).
Tumpukan sampah yang belum terangkut membuat kawasan sekitar TPS kembali dipenuhi sampah, meski aktivitas kebersihan telah dilakukan sejak pagi.
Pekerja kebersihan yang melakukan penyapuan bahkan harus kembali membersihkan area TPS akibat banyaknya sampah yang masih berserakan.
Kondisi ini menjadi perhatian karena upaya pembersihan yang dilakukan pada pagi hari dinilai belum cukup apabila tidak diikuti dengan pengangkutan sampah secara rutin dan menyeluruh.
Sorotan juga mengarah pada kondisi sejumlah aliran sungai yang masih dipenuhi sampah. Berbagai sampah rumah tangga dan plastik terlihat menumpuk di sepanjang aliran, sehingga tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menghambat aliran air.
Masyarakat pun mempertanyakan efektivitas pengelolaan dan pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika.
Pasalnya, ketika pengangkutan terlambat atau tidak dilakukan secara menyeluruh, sampah kembali menumpuk dan membuat kawasan yang sebelumnya telah dibersihkan kembali terlihat kotor.
Selain persoalan kebersihan, sampah yang masuk dan menumpuk di aliran sungai juga dikhawatirkan memperparah persoalan drainase, terutama ketika terjadi hujan deras.
Sampah yang menyumbat jalur air dapat menghambat aliran dan meningkatkan risiko genangan di sejumlah kawasan.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya instansi yang menangani kebersihan dan persampahan.
Pengangkutan sampah tidak hanya dibutuhkan ketika TPS sudah penuh, tetapi perlu dilakukan secara teratur agar tumpukan tidak semakin tinggi dan sampah tidak meluber ke lingkungan maupun terbawa masuk ke sungai.
Masyarakat berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius.
Penanganan sampah dinilai tidak cukup hanya dengan menyapu dan membersihkan kawasan, tetapi juga membutuhkan sistem pengangkutan yang konsisten, pengawasan TPS, serta upaya mencegah masyarakat membuang sampah ke sungai.
Jika kondisi seperti ini terus berulang, persoalan sampah bukan hanya menjadi masalah estetika lingkungan, tetapi dapat berkembang menjadi persoalan kebersihan, drainase, dan kesehatan lingkungan yang lebih serius.
NUEL
