Koreri.com, Timika – Wakil Bupati Emanuel Kemong mengingatkan pembangunan pelabuhan penyeberangan ASDP di Kampung Utai, Distrik Mimika Barat Tengah dan Kampung Otakwa, Distrik Mimika Timur Jauh, tidak boleh dilakukan tanpa kajian yang matang.
Pesan itu disampaikannya saat membuka Seminar Awal Studi Pelabuhan Penyeberangan ASDP yang digelar Dinas Perhubungan Mimika di ruang rapat kantor setempat, Jumat (11/9/2026).
Menurut Wabup Emanuel, kondisi geografis Mimika yang sebagian wilayahnya masih bergantung pada transportasi sungai dan jalur pesisir membutuhkan perencanaan infrastruktur yang benar-benar sesuai karakter wilayah dan kebutuhan masyarakat.
“Tanpa perencanaan yang memadai, tanpa kajian yang melihat sifat dan kondisi wilayah kita yang dinamis dan sulit diprediksi, kita akan menghadapi kesulitan di masa mendatang,” imbuhnya.
Wabup menegaskan kajian tidak boleh sekadar menjadi dokumen administratif. Aspek teknis, geografis, hidrologis, lingkungan, keselamatan pelayaran, kebutuhan pengguna, aspek hukum dan kelembagaan hingga proyeksi perkembangan wilayah harus diperhitungkan.
Ia lantas meminta studi tersebut menghasilkan peta pengembangan pelabuhan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang, sekaligus selaras dengan tata ruang serta ketentuan kepelabuhanan nasional dan daerah.
“Jangan biarkan rencana ini berhenti sekadar wacana. Ini adalah langkah awal menuju pelaksanaan nyata. Perencanaan harus segera disempurnakan dan diwujudkan,” tegas Wabup.
Ia juga meminta kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya memberikan masukan konkret. Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar pembangunan nantinya benar-benar bermanfaat sekaligus mendorong rasa memiliki untuk menjaga fasilitas yang dibangun.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Mimika Alfasiah mengatakan seminar tersebut digelar untuk memperoleh masukan sekaligus menyempurnakan dokumen perencanaan awal pembangunan kedua pelabuhan.
Studi meliputi identifikasi kondisi dan potensi lokasi, konsep pelayanan transportasi, kebutuhan fasilitas dan prasarana teknis, serta rekomendasi pengembangan.
“Perencanaan ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan keselamatan, kenyamanan dan efisiensi layanan transportasi penyeberangan,” pungkasnya.
TIM
