Kunker ketiga ke Intan Jaya: Gubernur Meki Fokus Pendidikan hingga Ekonomi Warga

Gub PT Kunker Ketiga ke INTAN JAYA4
Gubernur Meki Fritz Nawipa kembali menginjakkan kaki di Kabupaten Intan Jaya didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Tengah, dalam rangka memulai kunjungan kerja selama dua hari, 15 - 16 September 2026 / Foto : Humas Papua Tengah

Koreri.com, Sugapa – Gubernur Meki Fritz Nawipa kembali menginjakkan kaki di Kabupaten Intan Jaya, Selasa (15/9/2026).

Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Tengah, Nawipa memulai kunjungan kerja (kunker) selama dua hari, 15 – 16 September 2026.

Kunjungan ini menjadi yang ketiga bagi Nawipa ke Intan Jaya sejak memimpin Provinsi Papua Tengah.

Kehadirannya kali ini membawa sejumlah agenda pembangunan, mulai dari pendidikan, kelistrikan, konektivitas internet, kesehatan hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Agenda awal Gubernur sebenarnya dijadwalkan menuju Distrik Wandai untuk bertemu dan berdialog dengan masyarakat. Namun, rencana tersebut batal setelah kabut tebal menutupi kawasan bandara sehingga helikopter tidak dapat mendarat.

Nawipa bersama Bupati Intan Jaya dan Forkopimda kemudian mendarat di Bandara Sokipaki Bilorai, Distrik Sugapa. Kedatangan rombongan disambut hangat masyarakat yang mengenakan pakaian adat.

Dari bandara, Gubernur dan rombongan berjalan menuju kompleks pendidikan YPPK Bilogai yang berada sekitar 350 meter dari bandara. Di lokasi tersebut, Nawipa disambut para siswa, guru dan Ketua PSW YPPK Tillemans Intan Jaya, Pater Yance Yogi, Pr.

Gubernur kemudian melihat langsung pelaksanaan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang telah diterapkan di SD YPPK Bilogai.

“Hebat ya. Bagus sekali,” ujar Nawipa saat menyaksikan aktivitas belajar mengajar.

Ia memastikan Pemprov Papua Tengah akan mendukung pengembangan fasilitas sekolah tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan SSH yang telah berjalan perlu ditopang sarana dan prasarana yang memadai.

“Gedung ini juga kita akan bangun karena program SSH sudah berjalan dengan baik. Alat untuk menunjang SSH juga akan kita tambah,” tegasnya.

Ketua PSW YPPK Tillemans Intan Jaya, Pater Yance Yogi, mengatakan SD YPPK Bilogai kini memiliki 434 siswa yang berasal dari berbagai kampung dan distrik.

Tingginya jumlah siswa membuat fasilitas yang tersedia belum mencukupi. Bahkan, sejumlah siswa terpaksa mengikuti pembelajaran di ruang guru, ruang kepala sekolah hingga kantor PSW YPPK.

“Jumlahnya lebih banyak, tetapi gedungnya kurang. Ada siswa yang belajar di ruangan guru, ruangan kepala sekolah dan kantor PSW YPPK,” kata Pater Yance.

Dari kompleks sekolah, Nawipa dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju fasilitas PLN di kawasan puncak Bilogai.

Di lokasi tersebut, Gubernur mengecek langsung kesiapan pembangkit. Ia bahkan menghidupkan mesin PLN dan memastikan mesin dapat beroperasi.

Nawipa menargetkan fasilitas kelistrikan tersebut dapat diresmikan pada akhir 2026. Ia menyebutnya sebagai hadiah Natal bagi masyarakat Intan Jaya.

“Ini kita akan resmikan akhir tahun sebagai hadiah Natal,” ujarnya.

Selain listrik, pemerintah provinsi juga menyiapkan penguatan konektivitas internet. Nawipa menyampaikan jaringan internet melalui fiber optic akan disalurkan ke sejumlah kantor dan rumah ibadah, termasuk gereja Katolik, GKII dan Kingmi Papua.

Setelah makan siang di kediaman Bupati Intan Jaya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Yokatapa.

Di lokasi tersebut, Nawipa meletakkan batu pertama pembangunan asrama siswa. Ia juga menyerahkan laptop kepada pelajar Intan Jaya yang sebelumnya mengikuti Festival Pelajar tingkat Provinsi Papua Tengah di Nabire, termasuk kepada guru pendamping.

“Kalau Jokowi kasih sepeda, maka saya kasih laptop kepada siswa supaya nanti kalian belajar dan bisa menjadi orang besar,” kata Nawipa, disambut tepuk tangan para pelajar dan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah juga menyerahkan secara simbolis 34 unit sepeda motor kepada pemuda Intan Jaya. Penyerahan diterima Wim Joani dan Mepa Sondegau.

Nawipa berpesan agar kendaraan tersebut tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga menjadi sarana untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Pakai motor ini baik-baik untuk kepentingan pribadi, tetapi juga tolong membantu masyarakat di sini ketika mereka ke pasar atau ke kebun. Mohon supaya dengan motor ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang di Intan Jaya,” katanya.

Selain itu, pemerintah menyerahkan bantuan sebesar Rp500 juta, alat penunjang kesehatan dan dukungan lainnya kepada Puskesmas Bilogai serta RSU Intan Jaya.

Saat meletakkan batu pertama pembangunan asrama siswa, Nawipa menegaskan pembangunan SDM menjadi investasi jangka panjang bagi Papua Tengah.

Ia berharap fasilitas tersebut kelak melahirkan generasi muda asal Intan Jaya yang mampu menjadi pemimpin di masa depan.

“Saya meletakkan batu pertama dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus supaya sumber daya manusia, anak-anak Papua asli Intan Jaya bisa bertumbuh, berkembang dan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan negeri ini,” ujarnya.

Rangkaian kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah di Intan Jaya akan berlanjut, Rabu (16/9/2026).

Nawipa dijadwalkan mengunjungi Distrik Hitadipa untuk berdialog dan makan bersama masyarakat.

Kunjungan ketiga tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Papua Tengah memastikan pembangunan tidak berhenti di pusat pemerintahan, tetapi menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman dengan pendidikan, listrik, konektivitas, kesehatan dan penguatan ekonomi sebagai agenda utama.

HMS

Exit mobile version