Koreri.com, Sorong – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Papua Barat Daya (PBD) mendorong perempuan menjadi penggerak ekonomi daerah melalui pengembangan usaha kreatif berbasis potensi lokal, termasuk mengolah pinang dan bawang merah menjadi produk bernilai tambah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I IWAPI PBD di Aula KADIN setempat, Kota Sorong, Selasa (13/10/2026).
Ketua Umum DPD IWAPI PBD Dra. Ramlah Aliyati, mengatakan Rakerda menjadi momentum mengevaluasi kinerja kepengurusan periode 2025–2030 sekaligus menyusun program kerja yang terukur dan berdampak bagi anggota serta masyarakat.
Salah satu program yang disiapkan adalah pelatihan pengolahan hasil bumi lokal menjadi produk bernilai ekonomi, termasuk produk kosmetik dan olahan lainnya.
Kegiatan yang direncanakan berlangsung pada akhir November 2026 itu akan melibatkan tenaga ahli untuk mendampingi perempuan pengusaha, khususnya mama-mama Papua.
Menurut Ramlah, perempuan di Papua Barat Daya memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pelaku usaha profesional.
Namun, potensi tersebut perlu didukung peningkatan keterampilan, kreativitas, akses permodalan dan pasar, serta perluasan jejaring kemitraan.
Ia berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota memberikan dukungan nyata melalui pembinaan dan pembukaan akses usaha yang lebih luas bagi pengusaha perempuan, termasuk dalam berbagai kegiatan ekonomi di sektor publik.
Sementara itu, Ketua Umum DPP IWAPI Ir. Diah Nita Yudi, MBA, menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi sumber daya alam Papua Barat Daya sebagai fondasi pengembangan usaha perempuan yang berkelanjutan.
Ia mendorong pengembangan kampung hortikultura dengan memanfaatkan lahan kosong milik pemerintah untuk menanam komoditas seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih.
Selain membuka peluang usaha bagi kelompok perempuan, program tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga dan mendukung pengendalian inflasi daerah.
Diah juga mengajak IWAPI terlibat dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan pangan lokal.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu, S.Sos menegaskan bahwa Rakerda IWAPI tidak boleh sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi harus menjadi ruang konsolidasi, penyatuan komitmen, dan penguatan kerja sama antaranggota.
Ia berharap IWAPI menjadi wadah bagi perempuan pengusaha untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan kapasitas, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya komitmen, ketulusan, dan kerja keras dalam menghadapi tantangan usaha maupun organisasi.
Melalui Rakerda I ini, IWAPI PBD diharapkan menghasilkan program kerja yang inovatif, kreatif, inklusif, dan terukur, dengan mengedepankan kolaborasi serta pemanfaatan potensi lokal untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, IWAPI turut memberikan apresiasi kepada DPC IWAPI Kota Sorong sebagai cabang teladan dan Siti Wahyuni, SE, sebagai perempuan berprestasi.
Sedangkan Ketua Panitia, Florentina Sarapang, menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Rakerda I IWAPI PBD.
KENN












