Upaya LMA PBD Hilangkan Stigma Masyarakat di Wilayah 3T Soal MBG

LMA Papua Barat Daya menggelar Sosialisasi MBG di Kampung Malaumkarta, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Senin (8/12/2025). Foto/Ist
LMA Papua Barat Daya menggelar Sosialisasi MBG di Kampung Malaumkarta, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Senin (8/12/2025). Foto/Ist

Koreri.com, Sorong- Pemahaman negatif masyarakat papua soal program makanan bergizi gratis (MBG) terutama wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) mendapat perhatian serius dari lembaga masyarakat adat Provinsi Papua Barat Daya (LMA PBD).

LMA Provinsi Papua Barat Daya berupaya memberikan pemahan positif terkait dengan makanan bergizi gratis (MBG) yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka kepada masyarakat Malaumkarta Raya.

Sosialisasi program MBG yang diprakasai Lembaga Masyarakat Adat PBD berlangsung di Kampung Malaumkarta melibatkan warga Kampung Suatut, Suatolo dan Mibi, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Senin (8/12/2025).

Ketua umum LMA Provinsi Papua Barat Daya George Karel Dedaida sosialisasi yang dilaksanakan ini tujuannya untuk meyakinkan masyarakat di pelosok Kabupaten Sorong bahwa kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto ini sangat bermanfaat bagi anak-anak Papua.

IMG 20251208 WA0024Kegiatan sosialisasi ini menghilangkan stigma masyarakat Papua di wilayah 3T yang selama ini berpikir tidak bermanfaat bagi pertumbuhan anak-anak di daerah tersebut.

LMA mendorong agar badan gizi nasional dapat membuka dapur MBG di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal seperti daerah pinggiran Kabupaten Sorong agar masyarakat setempat menikmati.

“Kita (LMA PBD) meyakinkan kepada masyarakat bahwa program unggulan Prabowo-Gibran terkait dengan makanan bergizi gratis ini sangat bermanfaat, MBG ini mari kita gunakan sebagai program prioritas untuk meningkatkan sumber daya manusia bagi generasi berikutnya,” jelas GKD.

Kepala suku besar IMEKKO Provinsi Papua Barat Daya ini menyebutkan, program MBG dapat menjaga pertumbuhan anak mulai dari Sekolah Dasar sampai SMA, pencernaan otak pun baik meningkatkan SDMnya.

“Masyarakat di Malaumkarta sangat membutuhkan informasi soal MBG, ketika LMA masuk masyarakat membuka diri,” ujarnya.

Anggota fraksi Otsus DPRP PBD ini menyebutkan, masyarakat setempat menginginkan agar makanan lokal dapat dimasukan dalam menu makanan bergizi gratis ketika dapur MBG di buka disana.

Masukan masyarakat ini mendapat tanggapan positif dari Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua Barat Daya, George Dedaida mendorong supaya menjadi perhatian pemerintah daerah dan pihak Badan Gizi Nasional.

Masukan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan BGN untuk dapat memprioritaskan pangan lokal untuk meningkatkan UMKM daerah sekitar dapur SPPG, misalnya mama-mama penjual sayur, keladi, ikan dan hasil kebun lainnya.

“LMA mendorong agar usaha masyarakat ditingkat lokal dibeli melalui koperasi merah putih dan menjadi menu setiap hari,” pungkasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan LMA PBD mendapat apresiasi dari kepala kampung Suatut, Yulius Kalami karena melalui sosialisasi ini mereka memahami tentang pentingnya MBG bagi kemajuan SDM anak-anak Papua.

“Selama ini kami sangat takut dengan makanan bergizi gratis ini, karena jangan sampai meracuni anak-anak kami, tetapi dengan sosialisasi dari LMA PBD maka kami menganggap program ini merupakan berkat yang diberikan Tuhan melalui pemerintah pusat kepada kami,” ungkap Yulius.

RED