Bupati Nduga Minta Maaf kepada Gubernur Papua

Bupati Nduga Yunus Gwijangge

Koreri.com, Jayapura (1/1) – Bupati Nduga, Yairus Gwijangge, mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH atas peristiwa pembantaian puluhan tenaga kerja PT. Istaka Karya yang sementara mengerjakan proyek jalan trans Papua oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya awal Desember 2018.

“Saya minta maaf kepada Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, karena peristiwa di Kabupaten Nduga ini adalah masalah saya selaku Bupati,” akuinya di Kota Jayapura, Selasa (1/1/2019).

Menurut Bupati, mungkin Gubernur emosi karena Bupati tidak berada di tempat saat peristiwa pembantaian terjadi sehingga mengeluarkan statemen prajurit TNI – Polri ditarik dari Kabupaten Nduga.

Hingga pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan publik.

“Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf dan saya minta kita tidak boleh persalahkan Gubernur Papua lagi karena masalah Nduga ini tanggung jawab saya sebagai Bupati,” tegasnya.

Untuk itu, sambung Bupati, pihaknya akan segera membentuk tim dengan melibatkan TNI – Polri dan semua pemangku kepentingan, kesehatan, guru dan keagamaan untuk turun melakukan pelayanan sosial kepada masyarakat Nduga.

“Tim ini juga akan turun mengantar BBM bagi beberapa distrik serta melayani masyarakat yang mengalami kelaparan di sana,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP., MH soroti Bupati Nduga, Yairus Gwijangge, yang sempat menghilang pasca insiden pembantaian keji terhadap puluhan pekerja PT. Istaka Karya yang sementara melaksanakan pekerjaan proyek Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua.

Menurut Gubernur, sesuai UU Otonomi Daerah, Bupati mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di daerahnya. Dan tidak serta merta semuanya harus dilimpahkan ke Pemerintah provinsi.

“Seharusnya Bupati bertanggung jawab atas teror penembakan KKSB yang terjadi di daerahnya. Bupati harus jaga situasi di kabupaten dengan baik, harus menjaga rakyat serta bertanggung jawab. Jangan lepas tangan karena dampaknya rakyat jadi korban,” tegasnya usai memimpin rapat bersama Fokopimnda Papua, di Gedung Negara, Dok V atas, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Jumat (28/12/2018).

Gubernur sendiri secara tegas mengaku tidak mengetahui keberadaan Bupati Nduga dua periode tersebut.

“Tidak tahu, Bupati ada dimana karena tidak pernah lapor ke saya. Saya tidak tahu posisinya ada dimana,” akuinya.

Pasca peristiwa penembakan di daerahnya, Bupati Yairus Gwijangge seolah menghilang. Bahkan sampai saat ini, hanya Wakil Bupati yang selalu tampil di media untuk menginformasikan situasi terkini yang terjadi di daerahnya.

VDM

Exit mobile version