Fokus  

KKB Kuasai Hitadipta, Kapolda: Olah TKP Penembakan Pdt Yeremia Agak Sulit

Kapolda Pap KKB Kuasai Daerah Hitadipa

Koreri.com, Jayapura – Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, menegaskan TNI – Polri fokus mengungkap pelaku penembakan pendeta Yeremia Zanambani di kampung Hitadipta, Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya, pada Sabtu (19/9/2020).

“Yang menjadi fokus kita sekarang itu olah TKP kasus Pendeta Yeremia Zanambani,” kata Kapolda kepada wartawan di Mapolda Papua, Kamis (24/9/2020).

Dijelaskan, pasca penembakan tanggal 19 september 2020, TNI – Polri maupun Pemerintah daerah sudah berkoordinasi untuk menyelesaikan kasus penembakan Pdt Yeremia termasuk juga dengan keluhan DPRD Kabupaten Intan Jaya.

Saat ini tim investigasi TNI – Polri sudah di Sugapa Intan Jaya, Wakapolda Papua, Irwasda, Danrem 173/ PVB, Asintel Kodam XVIICenderawasih, Dandim dan Kapolres, Bupati / Wakil Bupati, Ketua DPRD dan anggota.

“Tadi pagi sudah berhasil ketemu dengan keluarga almarhum pendeta didampingi beberapa tokoh masyarakat dan agama di Sugapa untuk menyelesaikan serta akan mengungkap pelaku penembakan,” jelasnya.

Kenapa pertemuan di Sugapa, kata Kapolda, karena wilayah Hiptadipta sementara belum kondusif mengingat saat ini sudah lebih lima kekuatan KKB menguasai wilayah Hitadipta.

Menurutnya, ada beberapa kejadian yang sebelumnya mengakibatkan tiga orang baik TNI maupun warga sipil meninggal dunia.

“Jadi, mereka dibantai dan dibunuh oleh KKB. Saya baru terima video tentang pembantaian tukang ojek itu cukup mengerikan. Manusia kita sekarang sangat sadis ini sama dengan kejadian Yahukimo, sudah mati tapi masih di cincang – cincang, saya pikir ini harus membuat kita betul – betul waspada,” tegas Kapolda.

Diakuinya, hingga saat ini proses pengolahan TKP masih terkendala, karena jalan masuk ke lokasi penembakan satu jalur dari Sugapa menuju Hiptadipta kurang lebih 8 kilometer dan perbukitan yang dikuasai lima kelompok KKB.

“Saya kira kami masih memerlukan dukungan bantuan dari Satgas Apter yang sudah ada untuk kita tambahkan memperlengkapi unit atau satuan tugas yang sudah ada di Intan Jaya,” akuinya.

“Jadi, prinsipnya kami tetap menangani permasalahan ini untuk membuktikan bahwa sesungguhnya siapa pelaku penembakan pendeta Yeremia Zanambani. Memang ada pengakuan dari keluaga korban tetapi bagi kami itu harus dibarengi dengan pembuktian di Tempat Kejadian Perkara,” tegasnya.

Dikatakan, ada banyak pihak yang sudah merilis dengan pernyataan bahwa seakan-akan warga sudah mengakui Kapolda mempersilakan hal itu.

“Tapi saya mau katakan bahwa kami masih proses penyelidikan. Kalau kami penyidik itu harus tiba di tempat kejadian perkara, karena kita akan dapat lebih banyak bukti supaya membuat terang sebuah peristiwa itu sendiri termasuk saksi,” sambungnya.

Kalau saksi, ada mama-mama yang sudah diambil keterangannya itu sudah cukup baik tinggal dilengkapi dengan olah TKP it. Karena  posisi jatuh korban itu harus dibuktikan dengan sebuah proses olah TKP.

Orang banyak mengatakan tembak di kandang babi, kandang babi yang mana? Posisi seperti apa? Itu harus melalui olah TKP yang benar.

“Jadi, saat ini kami masih dalam proses penyelidikan dan olah TKP. Tentu tidak gampang karena kemarin saja kehadiran Bupati Intan Jaya dan rombongan dari Nabire masih ada penembakan dari KKB,” akuinya.

VER