Koreri.com, Jayapura – Satuan tugas (Satgas) Binmas Noken Polri Polda Papua gandeng grup “Baku Bantu Baku Jaga Baku Sayang” khusus anak muda Papua untuk pamerkan hasil kreatif olahan sagu yang berlangsung di Lapangan upacara Mapolda Papua, Selasa (2/3/2021).
Grup anak muda Papua “Baku Bantu Baku Jaga Baku Sayang” menampilkan beberapa prodak hasil olahan dari sagu seperti beras, kripik pangsit, tepung sagu, minuman boba, dan aneka kue kering.
Kasatgas Binmas Noken Polri, Kombes Pol Jeremias Rontini, mengatakan potensi sagu di Papua yang begitu luar biasa menjadi alasan utama dirinya mengadakan demo masak sekaligus memperkenalkan apa itu beras dari bahan dasar sagu.
Menurutnya, ini merupakan salah satu untuk mewujudkan program presiden Joko Widodo terkait ketahanan pangan lokal nasional.
“Saya melihat potensi dari olahan sagu sangat baik, apalagi sebagian besar wilayah di Papua secara alami sagu tumbuh sendiri sehingga kita bisa membudidayakan tanaman sagu. Itu yang menjadi alasan saya selaku binmas noken kemudian menginisiasi untuk menyelenggarakan demo masak ini,” katanya.
Grup “Baku Bantu Baku Jaga Baku Sayang” terdiri dari mahasiswa Papua yang sedang menimbah ilmu di pulau jawa tersebut menurut Jeremias, mempunyai ketrampilan sangat baik dalam “memasak”. Bahkan kata Karo Ops Polda Papua itu, meski mereka jauh dari orang tua mereka tetap mandiri dalam mengolah sagu menjadi bahan pangan.
“Saya melihat potensi mereka dan saya gandeng mereka serta memberikan dukungan secara moril, terus mengasah kemampuan kalian,” ujarnya.
Ditambahkan, peluang mengolah sagu sangat strategis untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Untuk itu, saat ini dirinya sementara menyusun program yang mengarah kesitu.
Ia juga meminta, Polda Papua dalam hal ini Bahbinkamtibmas sebagai garda terdepan untuk melihat potensi lumbung ketahanan pangan sekaligu dapat mengajari masyarakat lebih kreatif mengolah sagu.
“Kita fokuskan kesitu, harapan saya kedepan Bhabinkamtibmas bisa berpikir kreatif untuk mengolah sagu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Pansus Afirmasi Majelis Rakyat Papua (MRP) Edison Tanati, mengapresiasi prodak olahan sagu tersebut.
Pihaknya berharap melalui kreatifitas anak-anak Papua dalam mengolah sagu dapat membantu meningkatkan kearifan lokal demi kesejahteraan masyarakat asli Papua.
“Luar biasa, hasilnya tidak kalah enak dengan beras lainnya,” ujar Edison.
Dikatakan, pihaknya bahkan telah melakukan koordinasi dengan Badan POM untuk berdiskusi terkait ijin edar termasuk meneliti zat yang ada dalam beras sagu.
“Kami MRP mendukung 100 persen. Dengan adanya program ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Papua,” tandas Edison.
Sekretaris Pokja Perempuan MRP, Orpa Nari, mengapresiasi dan mengharapkan produk lokal dari sagu ini harus terus dikembangkan sehingga bisa menjadi penunjang pendapatan ekonomi masyarakat Papua.
“Ini yang dinamakan dengan Papua bangkit, Mandiri dan sejahtera. MRP akan melaporkan ke pimpinan untuk memperhatikan produk kearifan lokal ini agar kedepan dapat diproduksi sehingga dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat Papua,” katanya.
Salah satu putri Papua, Fanny, yang hadir dalam pameran tersebut merasa bangga dan senang dengan hasil karya kreatif olahan sagu itu.
“Hari ini kami pamerkan Nasi Sagu Uduk Papua, Nasi Sagu Kebuli, Nasi Sagu Briyani, dan olahan makanan lain dari sagu seperti minuman boba, kue kering, dan kerupuk pangsit, ini semua enak-enak, luar biasa sekali,”kata Fanny.
VER
