Fokus  

Bupati Kasihiw Dukung Marga Soway Dilibatkan Kembali Dalam LNG Tangguh

WhatsApp Image 2021 03 26 at 20.10.52
Ketua MPRB Maxi Ahoren menyerahkan aspirasi masyarakat adat suku Sumuri kepada Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw di Manokwari, Jumat (26/3/2021). (Foto : Humas Telbin)

Koreri.com, Manokwari– Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat menindaklanjuti aspirasi masyarakat Sumuri, Marga Soway dengan menggelar pertemuan dengan Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T, Jumat (26/3/2021).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Manokwari jumat siang, Ketua MPR Papua Barat Maxi Ahoren menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat adat sumuri itu, dimana hak mereka di LNG Tangguh dihilangkan pihak perusahan migas tersebut.

Pada awalnya masyarakat adat Sumuri marga Soway mempunya telah bekerjasama urus sampah pada lokasi LNG Tangguh sejak tahun 2006 lalu, namun tiba-tiba dihilangkan sehingga mereka tidak lagi memiliki lapangan pekerjaan.

“Keluarga besar Soway ini sudah kerjsama dengan LNG Tangguh ini sejak tahun 2006, tapi akhir-akhir ini mereka merasa tidak dilibatkan sehingga persoalan ini, benang merahnya ada di Kabupaten Teluk Bintuni, kami sudah sampaikan ke Pak Bupati, kalau bisa menindaklanjuti apa yang menjadi keinginan masyarakat Sebyar.” Ucap Ketua MRPB Maxi Ahoren.

Sementara Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T sangat menyayangkan sikap BP yang seharusnya dengan kehadirannya memberikan ruang kepada masyarakat adat suku sumuri, terutama marga Soway yang sudah kehilangan wilayah adatnya, dijadikan kawasan LNG Said.

“Karena marga Soway sudah kehilangan wilayah adat maka harus dispensasi diberikan, salah satunya adalah pemberdayaan mereka, yang disampaikan Bapak Ketua MRPB itu terkait dengan usaha pengelolaan persampahan yang dulu pihak perusahan percayakan kepada marga Soway tetapi entah kenapa akhirnya saya dengan sudah dialihkan ke pihak lain dari luar Bintuni, itu yang kita sayangkan” sahutnya.

Bupati Kasihiw belum tahu persis prosedur apa yang harus dipenuhi marga Soway kepada pihak perusahan, karena kontrak kelolah persampahan sudah berjalan.

“Harapan saya usaha itu segera dikembalikan kepada marga Soway dan saya akan memberikan  rekomendasi kepada masyarakat Soway sesuai dengan arahan dari MRPB untuk masyarakat adat kembali mengelolah sampah di LNG Tangguh.” Tegas Bupati.

KENN

Exit mobile version