Koreri.com, Jayapura – Dalam seminggu ini, 4 warga sipil menjadi korban kebiadaban kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau yang dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Selain dua orang guru Oktavianus Rayo dan Yonathan Renden, gerombolan separatis ini juga membunuh seorang tukang ojek atas nama Udin.
Dan terbaru, mereka kembali beraksi dengan menyiksa secara sadis hinga menembak mati pelajar SMA Ilaga, Ali Mom (16).
Selain aksi pembunuhan, KKB juga melakukan aksi teror pembakaran sekolah, rumah guru, memeras warga dan membakar helikopter.
Kapenkogabwilhan III Kol Czi IGN Suriastawa menilai aksi brutal kelompok separatis ini karena kecewa akibat upaya menggagalkan revisi Otonomi Khusus (Otsus) tak berhasil.
Akibatnya, ketiga front OPM mengalami frustasi berat.
“Front politiknya frustasi karena upaya menggagalkan revisi UU Otsus tidak berhasil,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Koreri.com, Jumat (16/4/2021).
Front bersenjata frustasi karena posisinya makin terjepit dengan operasi penegakan hukum yang digelar Polri dibantu TNI.
Sementara, front klandestinnya juga frustasi karena modusnya di bidang media sudah terbongkar.
Suriastawa mengatakan jurnalis dan media pro OPM aktif menyebar berita bohong dan memutar kejadian lama seolah baru saja terjadi.
Kemarin media pendukung OPM memuat berita tentang kaburnya oknum prajurit TNI dari Yonif 410.
“Walaupun hal itu benar, tetapi kejadiannya tanggal 12 Februari 2021 yang lalu, bukan kejadian baru dan sudah diberitakan di media,” sambungnya.
Oknum prajurit tersebut kabur dari pos tanpa membawa senjata dan sampai saat ini tidak jelas keberadaannya.
Suriastawa juga menghimbau kepada masyarakat di Ilaga dan sekitarnya untuk lebih berhati-hati dan waspada akan aksi teror front bersenjata OPM yang saat ini sedang frustasi.
SEO
