Koreri.com, Sentani – Ratusan orang yang tergabung dalam Asosiasi Karyawan dan Karyawati Papua Bandar Udara Klas I Sentani mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura, Senin (26/4/2021).
Aksi para calon karyawan/ti bagian keamanan bandara (Aviation Security) yang direkrut oleh Asosiasi ini menuntut janji Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal ini Bupati Matius Awoitauw terkait mendidik dan membina anak-anak Papua dari lembaga ini di Poltekbang Papua, untuk menjadi karyawan atau karyawati di Bandara Sentani.
Mereka diterima langsung Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Jayapura Yohannis Hikoyabi bersama dua orang anggota lainnya yakni Lerry Patrix Suebu dan Martheis Lewerissa.
“Hasil aspirasi mereka sudah disampaikan tadi, di mana mereka minta agar ada perhatian dari pihak Pemda sesuai dengan janji yang pernah disampaikan ke mereka. Karena mereka dari asosiasi karyawan dan karyawati (Avsec) bandara sudah pernah melakukan MoU dengan Pemkab Jayapura, sehingga kami anggota Dewan yang ada ini menerima mereka guna menampung aspirasi mereka,” kata pria yang akrab disapa Anis usai menerima asosiasi tersebut, di ruang sidang kantor DPRD setempat.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Karyawan/i Papua Bandar Udara Klas I Sentani, Benny Y. Suebu menyampaikan pihaknya datang ke kantor Dewan ini untuk menagih janji Pemkab Jayapura.
“Kalau kegiatan hari ini untuk saya dapat jawaban, karena selama ini tidak ada jawaban pasti dari Pemerintah daerah. Jawaban itu terkait dari 300 orang yang akan dilatih atau untuk ikut pendidikan, terus turun 210 orang juga tidak ada jawaban sampai saat ini,” jelasnya.
Karena menurutnya, Bupati Jayapura sebelumnya dalam MoU sempat berjanji akan dibina dan dilatih di Poltekbang Papua.
“Justru itu hari ini kami datang untuk tahu jawabannya, namun tadi dalam pertemuan dengan DPRD Kabupaten Jayapura disampaikan akan dilakukan pertemuan lanjutan pada hari Kamis (29/4/2021) nanti, sehingga hari Kamis itu saya harus dapat jawaban yang pasti. Bukan lagi bicara, tapi harus dapat jawaban pasti,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw, SIP, MKP, menyampaikan bahwa pihak Asosiasi Karyawan/i Papua Bandar Udara Klas I Sentani itu harus langsung bicara dengan Pemkab Jayapura.
“Jadi dia (asosiasi) tidak perlu bicara dengan saya soal ini, tapi langsung bicara ke Pemda. Karena MoU itu kan Pemda Kabupaten Jayapura dengan Poltekbang Papua di tahun 2019 lalu,” ujarnya saat dihubungi wartawan media online ini via telepon seluler, Senin (26/4/2021) malam.
“Uangnya sudah ada to, tinggal dia kirim nama-nama yang mau dilatih. Hal ini sudah lama kita bicara. Uangnya itu ada 1,3 miliar rupiah. Karena ada refocusing sekitar 30 persen, jadi tinggal 900 juta, kemudian dorang punya anak-anak (calon karyawan/i) itu ada 300, terus Komisi A DPRD kesana bicara dengan mereka tinggal 210. Mekanisme yang turun (berkurang) sampai 90 itu kita tidak tahu, karena kita tidak ada urusan dengan internal asosiasi tersebut,” tegas pria yang pernah menjabat Kepala Distrik Sentani itu.
Sebelumnya pernah diberitakan, Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura mendorong 300 calon karyawan/i bagian keamanan bandara (Aviation Security) yang direkrut Asosiasi Karyawan dan Karyawati Papua Bandara Sentani, untuk segera mengambil lisensi dasar penerbangan di Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Papua.
Pernyataan ini di sampaikan Kadishub Alfons Awoitauw saat di temui Sabtu (17/10/2020) lalu di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.
Sejak dilantik sebagai Kadishub, Alfons mendapatkan surat tugas dari Bupati Jayapura untuk meninjau kegiatan asosiasi yang merekrut ratusan anak muda dari 5 kampung yang memiliki hak ulayat di kawasan Bandara Udara Sentani.
“Kita tidak persoalkan apa yang di lakukan asosiasi, tidak usah ada perdebatan itu lagi. Sekarang kita dorong saja keterlibatan Politekbang untuk pelayanan,” pungkasnya.
IDI
