Koreri.com, Jayapura – Pasca penetapan gerakan separatis Papua (OPM) sebagai teroris oleh Pemerintah pada 29 April 2021 lalu, aparat gabungan TNI – Polri langsung melakukan tindakan penegakkan hukum terukur di lapangan.
Gerombolan teroris bersenjata yang selama ini menebar teror kepada masyarakat, termasuk dunia pendidikan dan penerbangan sipil langsung langsung jadi target.
Dalam sepekan terakhir, manuver personel TNI – Polri telah membuahkan hasil dengan ditangkapnya provokator kerusuhan pendukung teroris Papua, Victor Yeimo.
Tak lama berselang, markas teroris kelompok Lekagak Telenggeng di Wuloni dan Tagalowa, distrik Ilaga langsung dikuasai.
Tak hanya itu, beberapa anggota teroris jadi sasaran timah panas aparat Indonesia.
Seperti pada Minggu (16/5/2021) pukul 03.19 WIT, terjadi kontak tembak di jembatan kampung Mayuberi Distrik Ilaga Utara, Puncak.
Sebanyak 3 teroris OPM melakukan kontak tembak dengan Satgas Operasi Nemangkawi TNI – Polri.
Pukul 04.12 Wit, TNI – Polri berhasil menembak 3 teroris Kelompok Lekagak Telenggeng. 2 teroris tewas sementara satu lainnya melarikan diri dalam kondisi tertembak.
Pasca penembakan dilakukan penyisiran di temukan barangbukti yang diamankan oleh petugas. Diantaranya 2 mayat teroris, 1 pucuk senjata organik jenis Moser 7,62, 1 Buah HT Icom, amunisi 17 Butir, 4 selongsong peluru, 2 Magasen Moser, 1 buah teropong siang, 3 buah HP, 1 Bendera Bintang Kejora, Uang Rp14.400.000, dan 3 KTP.
TNI – Polri masih melakukan penyisiran disekitar TKP Kontak tembak dan melakukan pengejaran satu orang KKB yang melarikan diri dengan membawa 1 AK 47 milik teroris yang tewas.
Kamp Mayuberi dikuasai penuh TNI – Polri.

Langkah Penegakan hukum (Gakkum) TNI – Polri juga berbuah hasil saat 3 teroris OPM berinisial YAW (34), MM (17) dan OM (41) dari kelompok Lekagak Telenggen menyerahkan diri kepada aparat TNI.
Dalam hal ini, Satgas Yonif 715/Mtl yang sementara melaksanakan patroli keamanan di Kampung Tanah Merah, Sabtu (15/5/2021).
Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suristiawa saat dikonfirmasi pada Minggu (16/5/2021) siang membenarkan penyerahan diri ketiga teroris tersebut.
“Benar, tiga orang yang menyerahkan diri itu merupakan anggota kelompok teroris Lekagak Telenggen,” rincinya.
Berdasarkan pengakuan dari ketiga teroris yang menyerahkan diri ini, diketahui mereka memiliki tugas yang berbeda-beda.
YAW yang juga terlibat perang di Tembagapura tahun 2017-2019, bertugas sebagai pemantau aparat keamanan yang akan masuk ke Kampung Tigilobak.
MM sebagai pencari logistik dan dana dari masyarakat, sedangkan OM sebagai pendamping saat YAW dan MM melaksanakan tugasnya.
Selain menyerahkan diri, ketiganya juga menyerahkan senjata berupa senapan angin, golok, anak panah, amunisi SS2 dan softgun, beberapa dokumen serta perlengkapan lainnya, seperti ransel, HP, dan lain-lain.
“Saat ini, ketiga teroris dan barang bukti sudah diserahkan kepada Satgas Nemangkawi Polri untuk pemeriksaan dan proses lebih lanjut,” jelas Suriastawa mengakhiri sambungan teleponnya.

Sebelumnya, salah satu anggota teroris Lekagak Talenggen, Wandis Enimbo (29) tewas pasca kontak tembak dengan pasukan TNI – Polri pada Kamis (13/5/2021) sekitar pukul 08.08 WIT.
Evakuasi jenasah langsung pada Jumat (14/5/2021) pukul 14.50 WIT bertempat Distrik Woloni, Kabupaten Puncak oleh Satgas Gakkum dengan pengamanan ketat personel TNI Polri.
Proses identifikasi jenasah yang dilakukan di Puskesmas Distrik Ilaga Puncak, dihadiri oleh Kapolres Puncak Kompol I Nyoman, Dandim 1714 PJ, Tim identifikasi Satgas Gakkum Ops Nemangkawi, dengan pengambilan sidik jari jenasah, barang-barang hiasan yang digunakan, pencocokan wajah.
Berikut juga hasil penyelidikan lapangan atas keterangan Kepala Distrik Ilaga Utara Joni Elatotagam dan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Puncak sekaligus Ketua Lembaga Musyawarah Adat setempat.
Hasil identifikasi jenazah adalah teroris anak buah Lekagak Talenggen. Wandis Enimbo, 29 Tahun, dengan jabatan dalam kelompoknya sebagai ajudan pribadi Lesmin Waker.
Barang bukti yang telah diamankan antara lain 1 Unit Helm Militer, Dokumen, Berbagai Senjata tajam, Panah dan Hp. Sedangkan ciri-ciri dan tanda yang melekat pada jenasah antara lain anting besi ditelinga kiri dan kanan, gelang besi ditangan, manik-manik kalung Plastik.
Jenasah telah diserahkan oleh Kapolres Puncak dan Dandim Fuja kepada pihak keluarga yang diwakili oleh Kepala Distrik Kago Ilaga disaksikan oleh Kepala Distrik Ilaga Utara, Ketua Lembaga Musyawarah Adat Puncak, dan beberapa tokoh masyarakat.
Sementara, situasi di kota Kabupaten Puncak Distrik Ilaga Kota saat ini sangat kondusif. Aktifitas warga seperti biasa, baik kegiatan ibadah gereja maupun kios-kios di pasar ramai penjual dan pembeli.
SEO






























