Dalam Seminggu, Ini Propaganda Separatis Papua Sebar Berita Hoaks

KKB 1 bendera OPM
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) resmi ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Pemerintah Indonesia tanggal 29 April 2021 lalu

Koreri.com, Jayapura – Gerakan separatis Papua terus melancarkan propagandanya.

Dalam seminggu terakhir, modus putar balik fakta pun dilakukan demi mencari dukungan pembenaran terhadap aksi brutalnya melawan negara. Mulai pembakaran rumah dan gereja hingga berita hoaks penembakan warga oleh aparat keamanan.

Modus lagu lama ini sudah menjadi cara bagi kelompok perlawanan bersenjata ini yang keberadaannya mulai terdesak atau terjepit.

Menyikapi itu, otoritas keamanan maupun pihak-pihak terkait telah melakukan klarifikasi atas informasi bohong tersebut.

Terbaru, terkait beredarnya foto-foto pembakaran rumah dan gereja yang diposting media propaganda di Kampung Paluga, Distrik Ilaga Utara langsung dibantah Kepala Suku setempat Yohan Dewelek, S.Th.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada Wakasatgas Humas Ops Nemangkawi AKBP. Dr. Arief Fajar Satria, SIK, MH, dan Kapolres Puncak I Nyoman Punia, Rabu (19/5/2021).

“Bahwa gambar-gambar baik di media online maupun media sosial terkait adanya pembakaran rumah-rumah di Kampung Paluga, Distrik Ilaga Utara itu tidak benar. Disana tidak ada rumah yang di bakar oleh TNI – Polri seperti gambar yang ditunjukan kepada saya,” tegasnya membantah itu.

Termasuk juga adanya gambar benda-benda militer pun dibantahnya.

“Yang didalam gambar itu tidak ada. Disana aman, tidak ada baku tembak atau pengeboman oleh militer Indonesia yang menyebabkan rumah-rumah di Paluga terbakar. Itu berita yang tidak benar,” kembali tegasnya.

Pernyataan disampaikan langsung bertempat di Mapolres Puncak guna memberikan gambaran sesungguhnya kondisi terakhir di kampung Pulaga, Distrik Ilaga Utara Kabupaten Puncak.

Perlu diketahui, aksi propaganda ini terindikasi dilakukan guna mengelabui masyarakat bahwa seolah-olah telah terjadi aksi kejahatan yang dilakukan aparat keamanan Indonesia di Kabupaten Puncak.

Salah satu faktanya, dari jejak digital yang ditelusuri oleh Tim Analis Satgas Nemangkawi juga membuktikan foto-foto terbakarnya rumah-rumah dimaksud pernah diunggah oleh TPNPB pada 2 April 2019, juga dalam rangka propaganda.

Foto : Humas Satgas Operasi Nemangkawi

Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Pol. M. Iqbal A, SIK mengingatkan publik sebelum melakukan share atau posting berita diharapkan mengacu pada sumber yang kredibel dan bertanggung jawab.

“Stop sebar hoaks maupun provokatif yang bisa berdampak hukum dan juga merugikan pihak tertentu maupun masyarakat,” tegasnya.

Pada aksi yang sama sebelumnya, gerombolan separatis Papua melalui pendukungnya juga menyebar fitnah dan hoaks pasca penetapan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai teroris oleh pemerintah tanggal 29 April 2021 lalu.

Aparat gabungan TNI – Polri pun aktif melakukan tindakan terukur guna mengejar kelompok bersenjata OPM yang selama ini menebar teror kepada masyarakat, termasuk dunia pendidikan dan dunia penerbangan sipil.

Langkah ini kemudian membuahkan hasil dengan tertangkapnya provokator kerusuhan pendukung teroris OPM, Victor Yeimo, dikuasainya markas teroris kelompok Lekagak Talenggen di Wuloni dan Tagalowa, distrik Ilaga.

Tak lama kemudian, beberapa anggota teroris OPM ditembak timah panas Tim gabungan dan ada juga yang menyerahkan diri, yang kesemuanya terjadi di Distrik Ilaga.

Karena terdesak, aksi menyebar fitnah dan berita bohong menjadi respon pendukung para separatis ini dengan menyebar berita penembakan tiga perempuan di Kabupaten Puncak oleh militer Indonesia yang dimuat oleh media online Suarapapua.com edisi 15 Mei 2021.

Dalam rilis beritanya, pihak militer Indonesia disebutkan menggunakan helikopter menembaki gereja Kingmi Kabuki, yang menyebabkan gereja tersebut hancur dan tiga perempuan muda tewas tertembak.

Akhirnya, Senin (17/5/2021) pimpinan media Suarapapua.com menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruannya karena menyebarkan informasi tidak benar dan mencabut berita dimaksud setelah dibantah dan diklarifikasi Pdt. Manase Laben, Ketua Klasis Gereja Kingmi di Ilaga Utara

Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suristiawa menegaskan bahwa kelompok teroris OPM, ini didukung oleh front politik dan klandestin. Diantaranya adalah jurnalis, media dan netizen yang aktif menyebar hoaks untuk menyudutkan pemerintah.

“Kalau teroris OPM membakar sekolah, membunuh guru dan menebar teror lain, pendukung mereka ini tidak komentar apapun,” bebernya.

Suristiawa memastikan ada 2 media online yang pemrednya sangat intens berhubungan dengan Veronika Koman.

“Setiap propaganda yang dimuat media pendukung kelompok teroris OPM ini, selalu jadi bahan twitnya,” tandasnya.

Selang beberapa hari menyerang TNI dengan pemberitaan hoaks tertembaknya tiga perempuan di Papua oleh militer Indonesia, salah satu portal media online lainnya menyampaikan hoaks bahwa TNI telah melakukan serangan udara terhadap rumah warga dan gereja di Ilaga, Kabupaten Puncak.

Foto : Humas Satgas Operasi Nemangkawi

Dalam pemberitaan beberapa media online lainnya yang terbit Senin (17/5/2021), juru bicara kelompok teroris TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan helikopter milik TNI AU membombardir warga dan  gereja di Dolinggame dengan 40 roket.

Terkait itu, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suristiawa menegaskan bahwa pemberitaan itu adalah hoaks yang dilakukan kelompok teroris dengan memutarkan balikkan fakta yang sebenarnya.

“Itu hoaks, mereka (kelompok teroris OPM) memutarbalikkan fakta yang sebenarnya. Sengaja dilakukan untuk menutupi aksi-aksi terornya,” jelasnya melalui sambungan telepon, Selasa (18/5/2021) siang.

Dijelaskan Suriastawa, sebelumnya kelompok teroris OPM telah melakukan pembakaran terhadap bekas bangunan PT. Unggul di Kampung Kimak pada Minggu  (16/5/2021) dan rumah warga di Kampung Paluga, Senin (17/5/2021).

Pembakaran itu dilatarbelakangi fonflik antara kelompok teroris Goliat Tabuni dengan kelompok teroris Lekagak Talenggen.

“Kemudian kejadian ini, diputarbalikkan faktanya oleh mereka dan seperti biasa dihoakskan bahwa yang melakukan adalah aparat TNI – Polri,” jelasnya.

Kemudian Suriastawa juga menjelaskan, adanya foto selongsong (selongsong rudal helikopter) dalam pemberitaan hoaks itu, bahwa fakta sebenarnya itu merupakan selongsong pelontar geranat dari persenjataan sesuai SOP yang dimiliki pasukan TNI dalam suatu operasi.

“Itu selongsong pelontar granat. Kemungkinan besar dari penyergapan terhadap pos tinjau kelompok teroris OPM di Kampung Mayuberi Distrik Ilaga, Minggu (16/5/2021) yang menewaskan dua teroris OPM,”bebernya.

Suriastawa pun kembali menghimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi akan propaganda oleh kelompok teroris OPM dari tiga frontnya yang selalu menyebar berita bohong tentang pemerintah, TNI, dan Polri lewat portal media online tertentu dan media sosial.

“Jadi tidak benar dan mengada-ada kalau TNI-Polri menyerang warga sipil. Justru kehadiran pemerintah melalui tindakan tegas TNI-Polri untuk melindungi  masyarakat dari aksi-aksi teror kelompok teroris OPM,” himbaunya secara tegas.

Senada, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Alqudussy juga menegaskan berita penyerangan menggunakan helikopter itu adalah hoaks dan tidak benar.

“Tidak ada penyerangan dari helikopter milik TNI maupun Polri, itu berita bohong. Sedangkan rumah terbakar dalam foto itu, justru dilakukan sendiri oleh mereka (Kelompok Teroris OPM)  di Paluga,” jelasnya.

Suriastawa dan Igbal mengajak semua pihak untuk sama-sama membangun Papua dengan tanpa provokasi dan penyebaran berita bohong.

“Karena Papua adalah bagian dari Indonesia yang sah dan menjadi bagian seluruh komponen masyarakat Indonesia,” tukasnya.

VER

Exit mobile version