Fokus  

Bangun Papua dengan Pendekatan Kesejahteraan, Ruang Dialog Dibuka

Pangdam 17 Kapolda Pap
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI. Ignatius Yogo Triyono (kiri) - Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius Fakhiri

Koreri.com, Jayapura – Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI. Ignatius Yogo Triyono, mengatakan dengan kehadiran Panglima dan Kapolri bertujuan untuk mensinkronkan kerja Forkopimda dan pejabat TNI – Polri di Papua.

“Sehingga pendekatan yang dilakukan TNI-Polri kedepan lebih pada pendekatan kesejahteraan, lebih pada kegiatan teritorial walaupun faktanya kelompok separatis masih ada,” terangnya di hotel Suni Garden Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (27/5/2021).

“Kita tetap melaksanakan kegiatan penanganan kelompok separatis tetapi fokus kedepan adalah operasi kegiatan teritorial dan Binmas Noken Polri. Itu kita akan sinergikan dengan Pemda untuk meningkat kesejahteraan dan mengamankan wilayah Papua,” sambungnya.

Pangdam juga menjelaskan hasil pertemuan 10 Bupati wilayah pegunungan yang selalu dimanfaatkan separatis untuk mengganggu pembangunan di Papua.

“Kendalanya sebetulnya masalah pembangunan infrastruktur tadi disampaikan para Bupati agar dilanjutkan pembangunan jalan trans Papua dan jembatan – jembatan,” jelasnya.

“Kalau itu koneksi sudah tersambung akan membuka daerah sehingga pergerakan ekonomi akan bergerak, dengan sendirinya masyarakat lebih sejahtera dan ekonomi meningkat. Dengan sendirinya juga kegiatan separatis tidak ada lagi,” urainya Pangdam menyimpulkan penyampaian para Bupati dari hasil rapat bersama Panglima TNI dan Kapolri.

“Artinya bahwa pembangunan infrastruktur dilanjutkan dengan pengamanan dari personil TNI – Polri,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius Fakhiri, S.IK, mengatakan bahwa kunjungan Kapolri dan Panglima TNI ke Jayapura untuk memberikan motivasi kepada pejabat dan personil TNI – Polri di Papua.

“Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih diberikan semangat untuk melayani masyarakat di tanah Papua, tanggug jawab itu bukan hanya kami yang di Jayapura tapi ada pada para pemimpin di Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

Untuk kepentingan itu, Kapolri dan Panglima TNI ingin mendengar langsung masukan saran dari para Bupati karena mereka aparat forkopimda yang selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat yang sedang bergejolak.

“Sehingga tadi sudah ada masukan terkait sumbatan juga hambatan itu. Kapolri dan Panglima TNI akan menyambung dengan menyampaikan kepada pimpinan kita di Jakarta. Mudah-mudahan aspirasi dan hasil pertemuan itu bisa kita jembatani,” harapnya.

Kapolda dan Pangdam siap membantu untuk bisa terlaksananya pembangunan dan akan mensuport dengan merubah pola pendekatan.

Dirinya bersama Pangdam Cenderawasih dalam satu visi termasuk Pangkogabwilhan III yaitu kita kedepankan kesejahteraan sesuai amanah perintah Presiden Jokowi.

“Memang sangat jelas kita mau rubah pola pendekatan, mau berajak dialog dengan siapapun tentunya. kKami berharap wartawan juga mempublikasikan hal-hal positif yang dilakukan Pemerintah daerah maupun TNI – Polri,” pintanya.

Kapolda mengajak semua pihak untuk sama-sama merubah parameter memandang Papua. Itu harus dari sudut Papua bukan dari luar Papua.

“Jadi, saya (Kapolda Papua) dan Pangdam siap berbuka diri melayani masyarakat Papua dengan hati. Kita akan membuka diri dan mendengar semua dan akan laporkan melalui pimpinan kami di Jakarta. Kita selalu koordinasi dengan pemerintah paling bawah termasuk dialog dengan separatis di Papua karena mereka itu saudara kita. Tapi dialog dalam bingkai negara kesatuan Indonesia,” tandasnya.

Diharapkan, semua masyarakat dan personil TNI – Polri agar bisa memberikan keuntungan.

“Pimpinan TNI-Polri mau membuka komunikasi seluas – luasnya serta membuka dialog agar bisa menerima masukan dari masyarakat,” tukasnya.

VER

Exit mobile version