Bupati Teluk Bintuni Ajak Masyarakat Lawan Anemia

IMG 20210604 WA0002
Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T Sampaikan Sambutan secara virtual, Jumat (4/6/2021).(Foto : KENN)

Koreri.com,Manokwari– Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T mengajak masyarakat untuk lawan anemia, yang belakangan ini penyakit tersebut dianggap sebelah mata.

Padahal anemia atau defiensi besi adalah sebuah masalah besar yang jika tidak mendapat perhatian maka dapat membahayakan tatanan kehidupan masyarakat.

“Hal ini baru benar-benar saya sadari ketika membaca data dari dinas kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni pada tahun 2019 bahwa tingkat prevalensi anemia di daerah kami cukup tinggi yaitu 32,87 %”

Pernyataan ini dikatakan Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw saat menyampaikan pidato pembukaan JICA On-line Experience and Knowledge Sharing Session tentang Kesehatan Ibu dan anak secara di Manokwari, Jumat (4/6/2021).

Lebih lanjut dikatakan Kasihiw bahwa dengan prevalensi anemia yang cukup tinggi maka sejak tahun 2020 pemerintah daerah melakukan gerakan melawan anemia di Bintuni dan Manimeri atau GEMATURI.

Gerakan ini dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun oleh tim pengentasan anemia dari RSUD bekerjasama dengan JICA Patnership Program (JPP) , dengan menargetkan penurunan angka kejadian di dua distrik yaitu Bintuni dan Manimeri menjadi 10 % pada akhir program kerja sama di tahun 2025 nanti.

Anemia senantiasa menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia terutama bagi perempuan dan anak-anak, ironisnya penanganan secara strategis masih sangat lambat dan berdampak pada hilangnya sumber daya manusia secara signifikan.

“Tantangan ini diperparah pula dengan pandemi COVID-19 dan berbagai konsekwensi ekonomi yang terjadi, oleh sebab itu dalam forum ini saya menyambut baik para pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan gizi masyarakat untuk bertukar wawasan serta bekerjasama dalam mengatasi permasalahan anemia secara nasional maupun global.”urai Bupati Kasihiw.

Kasihiw berharap, melalui sharing session ini dapat mengaitkan anemia dengan penganan klinis COVID-19 serta dapat diimplementasikan secara sederhana namun tepat guna pada skala besar, terutama di populasi 3T indonesia.

“Mari kita sehatkan indonesia, sehatkan Teluk Bintuni melalui JICA KCCP Training dan JICA Patnership Program tentang kesehatan Ibu dan Anak,” pungkasnya.

KENN

Exit mobile version