Koreri.com, Bintuni– Legislator muda Kabupaten Teluk Bintuni Yasmin Yasir tergugah hatinya saat mendapat informasi terkait dengan kehidupan pria lanjut usia Mbah Daiman.
Mbah Daiman yang kerja setiap harinya sebagai penjual sayur keliling Kota Bintuni berusia 70 tahun itu membuat politisi muda ini sempat meneteskan air mata.
Anggota DPRD Teluk Bintuni dua periode ini mengisahkan, semasa kecilnya Mbah Daiman sering menjual sayur kepada ayahnya sehingga Dia sudah mengenalnya dan menganggap sebagai orang tua.
Dimana Mba Daiman selalu bersama dengan Bapaknya saat mereka susah, kisah yang tidak perlu terlupakan saat pulang sekolah orang tua ini sudah mengantar sayur ke rumahnya bahkan pada acara nikahnya mendapat sayur dengan jumlah banyak tanpa dipungut biaya.
Hal ini membuat Yasman Yasir tergugah hati dan mengunjungi tempat tinggal si penjual sayur keliling kota bintuni itu, Rabu (9/6/2021).
“Saya tidak mau berhenti sampai disini silaturahminya kepada mbah ke saya, tolong kalau ada apa-apa mbah kasih tau kesaya atau mbah main kerumah, karena DPRD ini adalah perpanjangan dari masyarakat, jadi jangan sengan-sengan untuk datang ke kami, kami siap untuk melayani masyarakat Bintuni” kata Yasman langsung di hadapan Mbah Daiman.
Ketika ditanya awak media soal hubungan Mba Daiman dengan pengusaha muda itu, “Ini Nak Baso toh, anggota DPRD toh,” kata Daiman menjawab pertanyaan kaum kuli tinta.
Pada silahturahmi itu Yasman Yasir memberikan satu unit sepeda baru , satu unit kasur beserta bantal dan perlengkapan ibadah muslim
“Mbah Jangan dinilai dari pemberiannya tapi ini rasa peduli saya kepada orang tua saya ini rasa hormat dan rasa sayang ke mbah sebagai orang tua, saya melihat yang masih jualan sayur hanya mbah saja, yang lain sudah pakai motor, mobil tapi Mbah masih pakai sepeda,” ucapnya.
Pada kesempatan itu juga Mbah Daiman menyampaikan kepada Yasman Yasir bahwa sempat dia mendapat program bedah rumah namun belum selesai.
“kemarin sempat dapat bedah rumah dari dinas terkait dibantu dengan wujud barang papan,koral, semen, paku dan seng, ini belum bisa menutup bagian seluruh bagian rumah , total bantuan mungkin sekitar 17 juta 500 ribu, ” jelasnya.
Setelah mendengar penyampaian Mbah Daiman, Yasman berjanji akan berkomunikasi dengan dinas terkait.
“saya akan segera komunikasi dengan dinas terkait, karena ini ada perubahan sistem, tetapi saya berusaha dengan teman-teman DPRD kita diskusi untuk agar bisa berkelanjutan terkait bedah rumah ini,” pungkasnya.
Dia menegaskan, harus ada tindak lanjut dari pemerintah karena ternyata masih ada yang kurang dan harus dibantu lagi, jangan bedah rumah dikasih ke orang yang mampu, tetapi berikan kepada orang tidak mampu agar tidak meninggalkan beban karena mereka ekonomi menengah kebawah.
Karena Daiman ini sudah lansia, begitu juga orang asli papua (OAP) secara khusus Tujuh Suku di Negeri Sisar Matiti.
“Kedepan saya dengan teman-teman akan perjuangkan bagaimana masyarakat kita, harus ada perbandingan 70 persen untuk OAP, 30 persen untuk pendatang, boleh dikatakan mbah ini bukan orang pendatang tetapi Papua sama dengan saya karena kita sudah lama di Bintuni, karena kita merasa memiliki daerah ini, Kita ini bangga jadi anak Bintuni,” jelasnya.
KENN
