Ridwan Rumasukun Dilantik Jadi Plt Sekda Papua, Dance Flassy: Saya Sekda Definitif

WhatsApp Image 2021 07 14 at 13.50.00
Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH lantik DR. Muhammad Ridwan Rumasukun, SE, MM Jadi Plt. Sekda Papua di Gedung Negara, Dok V atas, Kota Jayapura, Rabu (14/7/2021) / Foto: Dian Mustikawati

Koreri.com, Jayapura – Kisruh jabatan sekda Papua kembali dibuka babak baru setelah Gubernur Papua Lukas Enembe, resmi melantik DR. Muhammad Ridwan Rumasukun, sebagai Pelaksana tugas (Plt) Sekda Papua, sekaligus menonaktifkan dengan hormat Dance Yulian Flassy dari jabatan Sekda Papua definitif.

Pelantikan Plt Sekda Papua Muhammad Ridwan Rumasukun berlangsung di Aula Gedung Negara, Dok V Atas, Kota Jayapura, Rabu (14/7/2021) tanpa dihadiri Sekda Papua Dance Yulian Flassy.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengatakan pihaknya melantik Muhammad Ridwan Rumasukun sebagai Plt Sekda Papua menggantikan Sekda Papua Dance Yulian Flassy.

“Jadi Pak Rumasukun akan melaksanan tugas sebagai Sekda Papua, hingga Mendagri menerbitkan SK penunjukan Sekda Papua yang baru,” kata Gubernur Lukas Enembe.

Menurut Enembe, pihaknya sudah menyurat kepada Presiden Joko Widodo untuk tidak memperpanjang masa jabatan Dance Yulian Flassy yang telah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP), sehingga perlu ada Plt. Sekda Papua, untuk menjalankan tugas –tugas pemerintahan.

Selain itu, tegas Gubernur, Dance Yulian Flassy telah melampaui kewenangan Gubernur dengan bermain politik di Papua.

“Ini siapa yang suruh dia. Tapi kalau orang yang suruh ko (Dance Yulian Flassy) bermain di Pilkada Papua tahun 2023, jangan sekarang. Ini dua tahun ko mau ganggu untuk apa. Ko mau bermain 2023,” tegas Gubernur Lukas Enembe.

Dance Yulian Flassy juga tanpa koordinasi dengan Gubernur Papua menyampaikan surat kepada Dirjen Otda Kemendagri, untuk menunjuk dirinya sebagai Plh Gubernur Papua. Padahal Lukas masih menjabat Gubernur Papua.

“Masa jabatan saya masih ada dua tahun. Jadi saya masih sah Gubernur Papua pilihan rakyat Papua,” kata Enembe.

Lukas Enembe mengakui belum ada Keppres pelantikan Plt. Sekda Papua Muhammad Ridwan Rumasukun karena penggunanya adalah Gubernur.

“Pengguna bukan siapa siapa. Ko (Dance Yulian Flassy) jalankan birokrasi secara baik. Kau tak boleh bicara politik, karena itu bukan kewenanganmu. Itu kepentingan-kepentingan di 2023. Rakyat memilih memberikan mandat baru ko bicara. Jadi saya harap Pak Dance mungkin ada orang lain tunjuk dia,” kata Lukas.

Lukas juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Dance Yulian Flassy, yang telah menjabat Sekda Papua selama tiga bulan.

“Kita hargai dan melepas yang terhormat Pak Dance, apalagi umurnya sudah 58 tahun. Jadi kita berhentikan Pak Dance. Saya sudah menyurat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk tak perpanjang lagi Pak Dance, karena sudah masuk MPP,” pungkasnya.

Secara terpisah, Dance Yulian Flassy mengatakan dirinya masih menjabat sebagai Sekda Papua walau sudah digantikan oleh Plt Ridwan Rumasukun yang dilantik Gubernur Papua Lukas Enembe.

Flassy mengaku dirinya tidak diberitahu soal posisinya di ganti oleh pejabat Pemprov Papua lainnya.

“Memang saya dapat informasi tentang acara itu (serah terima tugas), tetapi saya belum dihubungi secara langsung,” kata Flassy.

Flassy mengklaim bahwa tidak semua tugas diberikan kepada pelaksana tugas. “Jadi memang ada sebagian tugas (Sekda) yang diserahkan ke pelaksana tugas,” kata Flassy.

Diketahui, Sekda Papua definitif Dance Yulian Flassy dilantik Mendagri Muhammad Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (1/3/2021). Pelantikan Dance sebagai Sekda Papua definitif berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) 159/TPA/2020 Tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.

SEO

Exit mobile version