Kursi Wagub Papua Bukan Hanya Milik Demokrat dan Golkar

WhatsApp Image 2021 07 29 at 06.51.50
Said Salahudin / Foto: Istimewa

Koreri.com, Jayapura – Polemik kekosongan jabatan wakil Gubernur Papua pasca meninggal almarhum Klemen Tinal masih terjadi tarik ulur dalam tim koalisi partai politik pengusung dan pendukung Lukas Enembe – Klemen Tinal (LUKMEN) jilid II.

Ahli Hukum Tata Negara, Said Salahudin, perebutan kursi wakil Gubernur Papua yang saat ini kosong buka partai Demokrat dan Golkar tapi semua partai politik yang mendukung Lukas Enembe – Klemen Tinal punya hak untuk menduduki kekosongan jabatan wagub papua.

“Teman-teman di partai Demokrat dan Golkar kita tunjukkan jiwa sportif, berbesar hati. Untuk merelakan kursi cawagub itu kepada kepada 7 parpol yang lain,” kata Said Salahudin kepada wartawan via telepon selulernya, Rabu (28/7/2021).

Said Salahudin yang juga menjabat Sekjen DPN PKP meminta kepada partai Demokrat dan Golkar untuk mendukung Kenius Kogoya lantaran dilihat dari kekuatan kursi legislatif di DPRP, partai Hanura cukup banyak.

“Demokrat, Golkar mendukung juga pak Kenius Kogoya. Bukan karena PKP dukung pak Keni, tapi coba lihatlah dari urutan kursi juga sangat wajar. Secara politik itu memberikan kepada pak Keni yang dulu menyetor 5 kursi kepada pasangan Lukas Klemen jilid ll,” katanya.

Ia juga meminta agar Demokrat dan Golkar mengambil peran-peran penelaah atau peran mediator terhadap calon-calon lain, tanpa mengusung calonnya.

“Agar nama yang muncul ke DPRP melalui Gubernur itu 2 saja maka mereka mengambil peran itu, memediasi,” ujarnya.

Selain itu, salahudin juga minta Koalisi Lukmen Jilid ll ketika tiap partai dalam Koalisi mengusung calon Wagubnya lebih dari 1 hal itu akan semakin rumit karena nantinya hanya 2 calon yang akan didorong ke DPRP untuk ditentukan.

“Apalagi 1 partai mengusung lebih dari 1, bayangkan, apakah nggak rumit itu,” katanya.

Sehingga dalam etika berpolitik sangat wajar kalau kali ini dukungan harus diberikan kepada Kenius Kogoya selaku Ketua DPD Partai Hanura provinsi Papua.

“Ada etika berpolitik, ada fatsun (sopan santun berpolitik) yang harus diperhatikan teman-teman. Sangat wajar kalau kali ini calon itu dukungannya diberikan kepada pak Kenius Kogoya,” pungkas Said.

SEO

Exit mobile version