Maknai Kemerdekaan RI ke-76, Pendidikan dan Ekonomi Jadi Harapan

WhatsApp Image 2021 08 18 at 07.42.43
Legislator Papua Barat Syamsudin Seknun,S.Sos.,S.H.,M.H (Kemeja Putih) dan Korwil LSM Labaki Andrew Warmasen (Kaos biru).(Foto : Isitimewa)

Koreri.com, Manokwari – Kemerdekaan negara kesatuan republik indonesia (NKRI) sudah mencapai 76 tahun, merupakan hasil perjuangan para pahlawan dalam merebut kedaulatan negara dari tangan penjajah dan akhirnya diproklamirkan pada 17 agustus 1945 silam.

Perjuangan para pahlawan ini harus dimaknai generasi penerus bangsa untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di Indonesia lebih khusus di Provinsi Papua Barat, bidang pendidikan dan ekonomi menjadi harapan prioritas.

Legislator Papua Barat Syamsudin Seknun, S.Sos.,S.H., M.H mengatakan bahwa makna kemederkaan adalah mewujudkan sebuah peradaban pembangunan yang lebih bermartabat dimana pada fase kemerdekaan 76 tahun ini harus mampu merubah paradigma berpikir masyarakat untuk keluar dari ketertinggalan berbagai aspek, terutama aspek pendidikan, pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

Dijelaskan politisi NasDem itu bahwa aspek pendidikan sangat diutamakan karena Papua Barat masih ketertinggalan di bidang pendidikan anak bangsa di negeri ini harus diberikan pendidikan yang mumpuni.

“Dengan adanya sistim pendidikan yang maju maka akan membawa perubahan yang lebih signifikan di berbagai aspek, sehingga kalau sebuah negara, bangsa dan daerah memiliki pendidikan yang maju maka sudah barang tentu daerah itu akan memiliki warna tersendiri,” kata anggota komisi III DPR Papua Barat itu saat ditemui media ini, Selasa (17/8/2021).

Bang Sase (sapaan akrabnya) memberikan contoh Yogyakarta dan Malang yang punya SDAnya sangat kecil tetapi mampu mengoptimalkan dari aspek pendidikan sehingga menjadi kota pelajar karena pemerintah setempat lebih focus membina sumber daya manusia (SDM) anak-anak mereka agar menjadi generasi penerus bangsa, diharapkan hal seperti ini diprioritaskan di Provinsi Papua Barat.

Dijelaskan bahwa anak-anak papua lebih banyak memilih mengeyam pendidikan di Yogyakarta dan Malang karena ingin mencari tempat pendidikan yang layak kemudian tenaga pengajarnya juga mempunyai skil serta fasilitas pendukung yang mumpuni.

Selain itu, dengan kemajuan bidang pendidikan di kota pelajar ini maka mendorong sektor ekonomi maju karena anak-anak dari papua berinteraksi disana, menuntut ilmu dengan demikian memberikan kontribusi pendapatan asli daerah di daerah tersebut.

Karena itu dengan revisi UU otsus papua nomor 2 tahun 2021 ini maka memberikan peluang secara detail untuk pembangunan di bidang pendidikan, sehingga momentum dirgahayu kemerdekaan RI ke-76 tahun pemerintah daerah lebih focus membangun pendidikan di tanah papua supaya lebih maju berkembangan seperti daerah lain.

Walaupun letak geografis daerah Papua ini sangat sulit dijangkau namun jangan menjadi kendala dan meninggalkan bidang pendidikan.

“Bagi saya sebuah daerah atau negara yang maju ketika maju pendidikannya maka dia akan bisa bersaing mampu memberikan kontribusi yang lebih baik lagi kertimbang daerah tersebut mengalami ketertinggalan dari aspek pendidikan, karena itu saya berharap kedepan Papua ini harus menjadi icon pendidikan di indonesia,” ungkap Bang Sase.

Sedangkan Kordinator LSM LABAKI Wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat Andrew Warmasen mengharapkan, pemerintah dapat memperhatikan masyarakat yang kurang mampu apalagi ditengah pandemi COVID-19.

“Masyarakat saat ini masih lapar, saya berharap di momen 76 tahun kemerdekaan RI ini masyarakat dapat diperhatikan ekonominya dapat diperbaiki sehingga kedepan tidak lagi seperti yang dialami saat ini,” harap Warmasen.

KENN

Exit mobile version