Koreri.com, Manokwari– Kerukuranan berbangsa adalah modal awal untuk memulai dan mejaga pembangunan, baik fisik daerah maupun mental masyarakatnya.
“Jaga kerukunan kita, jaga kebersamaan kita. Jaga persatuan kita agar tetap aman dan damai,” ucap Gubernur Drs Dominggus Mandacan,M.Si saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) III Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Provinsi Papua Barat, di Hall Cafe Laut Mansinam Hotel Manokwari, Jumat malam (24/9/2021).
Kepala Suku besar Arfak ini menilai bahwa, kerukunan berbangsa patut untuk dijaga karena itu merupakan modal awal pembangunan, baik pembangunan Sumberdaya Manusia maupun fisik bangunan atau sarana dan prasarana suatu daerah.
“Kebersamaan yang rukun adalah modal untuk membangun Indonesia secara umum dan Papua Barat pada khususnya, baik pembangunan fisik daerah maupun masyarakat,” ujar Dominggus. “Ini berlaku bukan hanya untuk KKST saja, tetapi untuk semua kerukunan di tanah Papua. Mari bersama kita jaga kerukukan berbangsa agar tetap aman dan damai,” katanya lagi.
Dalam kesempatan tersebut mantan Bupati Manokwari dua periode itu kembali mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga tali silaturahim, menjunjung tinggi toleransi, dan menjaga kerukunan antar sesama.
Sedangkan Ketua KKST Papua Barat periode 2016-2021, H. Halik mengatakan, Muswil III yang digelar untuk memilih ketua baru tentunya juga akan membahas program kerja lima tahun kedepan.
Setiap program yang ditetapkan nanti, selain untuk organisasi tentunya diprioritaskan juga bagi sinergitas peran KKST dengan pemerintah dalam membangun daerah.
“Muswil III ini merupakan amanat konstitusional organisasi untuk memilih ketua yang baru sebagai pelaksana program. Keputusan-keputusan yang lahir dalam Musyawarah ini tentunya akan dikawal bersama untuk kemajuan daerah,” ujar Halik.
Muswil Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Papua Barat itu akan berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan peserta dari setiap perwakilan Kabupaten/ Kota se-Papua Barat.
KENN
