Fokus  

Pertamina Jadwalkan Pengiriman Mitan ke Kabare Raja Ampat

WhatsApp Image 2021 11 14 at 00.25.39
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial &Trading Regional Papua Maluku Edi Mangun.(Foto : KENN)

Koreri.com, Sorong – Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku telah mengambil langkah untuk melakukan pengiriman minyak tanah (mitan) ke Kabar , Kabupaten Raja Ampat.

Hal itu disampaikan Edi Mangun, Area Manager Communication Relation and CSR, Senin (6/12/2021).

Ia menjelaskan, pihak Pertamina telah mengambil langkah berkomunikasi dengan Pemda Raja Ampat, Pengusaha SPBU dan Transportir terkait dengan hal tersebut dan sudah disepakati untuk mengirimkan minyak tanah ke pangkalan yang berlokasi di Kabare.

“Dan saat ini kapal pengangkut BBM Minyak Tanah tersebut sedang berada SPBU Sub Mowar yang terletak di Ayau untuk pembongkaran BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Dijadwalkan setelah kapal selesai bongkar di SPBU Sub Mowar akan melanjutkan pengiriman minyak tanah ke Kabare” sambungnya.

Sementara itu, untuk pelayanan BBM jenis pertalite dan Pertamax, sementara waktu masyarakat dapat membeli di SPBU terdekat dengan Waigeo utara yaitu di Ayau (SPBU Sup Mowar) dan Waisai (SPBUN Maros Indah) hingga dilakukan pembahasan dan menemukan langkah penyelesaian terkait masalah dimaksud.

Sebelumnya Pertaminya mengeluarkan pernyataan resmi soal penyebab unjuk rasa warga di Kabare, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Edi menjelaskan kronologi persoalan dilatar belakangi karena kesalahan komunikasi.

Berawal permasalahan sengketa lahan mengakibatkan terjadinya pemalangan SPBU BBM 1 Harga atas nama CV. Putri Waima di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat.

Hal ini kemudian berujung pada pelarangan pengiriman BBM yang rutin dilakukan Transportir oleh oknum dengan tujuan ke Distrik Waigeo Utara.

Imbasnya pada bergesernya jadwal bongkar muat BBM jenis minyak tanah ke pangkalan resmi agen.

“Jadi, menurut kronologi kejadian yang kami terima, dikarenakan SPBU yang dipalang oleh oknum. Sehingga pengusaha SPBU CV. Putri Waima yang melarang BBM oleh transportir ke Distrik Waigeo Utara, namun ternyata dalam kapal tersebut juga mengangkut minyak tanah ke pangkalan resmi agen, oleh sebab itu disini terjadi miskomunikasi antara transportir dengan pengusaha SPBU yang mengakibatkan masyarakat tidak terima karena minyak tanah tidak diturunkan di Distrik Waigeo Utara,” ujarnya.

MP-RR

Exit mobile version